Rampas Ponsel Lalu Tabrak Mobil, Dua Remaja di Kebayoran Lama Babak Belur Dihajar Warga

Sejumlah warga dan pengendara lainnya yang mengejarnya saat itu tersulut emosi, langsung memberikan pukulan bertubi-tubi ke wajah pelaku.

Rampas Ponsel Lalu Tabrak Mobil, Dua Remaja di Kebayoran Lama Babak Belur Dihajar Warga
WARTA KOTA/PANJI BHASKARA RAMADHAN
Salah satu pelaku perampasan ponsel dan penabrak mobil di Jl Raya Kebayoran Lama, Jakarta, usai diamankan polisi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Wildan (22), seorang pengangguran warga di wilayah Kemanggisan Ilir III/3 RT 007/001, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, dan M Syahrul (27) warga dGang Swadaya, Jalan H Junaidi Swadaya RT 005/11 Palmerah, Jakarta Barat, mengalami luka berat di kepala usai menabrak sebuah mobil yang baru keluar dari SPBU di Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Barat, Rabu (6/12/2017) sekitar 02.00 WIB.

Kedua pria yang berboncengan motor Yamaha Mio B-4099-BHV, menabrak mobil minibus tersebut lantaran tengah panik dikejar warga setempat seusai merampas handphone milik seorang mahasiswa universitas swasta, Bagas Agustian (21) yang dekat dengan lokasi kejadian.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol M Marbun mengatakan, keduanya merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan. Karenanya, warga yang mengetahui tabrakan itu tidak langsung menolong. Tapi menjadikannya bulan-bulanan. Warga yang berhasil mengejarnya karena kabur langsung mendaratkan pukulan bertubi-tubi.

Keduanya kemudian tak sadarkan diri. Polisi yang tiba di lokasi mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Awal mulanya kejadian, dimana ketika korban (Bagas) saat itu berboncengan dengan teman sebayanya di lokasi dengan sepeda motor. Tak lama, dua pria tak dikenal korban mengendarai Yamaha Mio itu menghampiri korban dan juga rekan korban. Ketika itu korban tengah pegang handphone dan langsung dirampas pelaku bernama Wildan. Sementara pelaku lain yakni Syahrul, memepet motor rekan korban di lokasi," paparnya, Kamis (7/12/2017).

Menurut Marbun, korban dengan pelaku saling tarik menarik handphone. Alhasil, pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung bereaksi dengan menendang motor korban.

Baca: Pemilik First Travel Janji Masih Bisa Berangkatkan 50 Ribu Jemaah Umrah

"Posisi korban di belakang namun rekannya ini membawa motor. Pelaku yang membawa roda dua ini (Syahrul) terus memepet korban upaya agar rekan pelaku (Wildan) berhasil merampas handphone milik korban. Kedua motor saat itu saling pepet-memepet sambil berjalan. Alhasil, takut aksinya diketahui warga, pelaku bernama Wildan langsung menendang kemudi motor si korban. Kemudian, korban dan rekannya ketika itu tersungkur dan handphonennya berhasil di rampas," kata Marbun.

Dalam kondisi luka lecet, jelas Marbun, korban bersama rekannya berteriak minta tolong. Tak lama, lanjut Marbun beberapa pengendara dan warga setempat langsung menolongnya.

"Warga, dan pengendara lain ikut mengejarnya (kedua pelaku/ Wildan dan Syahrul). Sejumlah orang yang mengejar kedua pelaku tersebut di jalan itu membuat panik. Pelaku yang kendarai sepeda motor sibuk melihat ke arah belakang, dan tidak sadar di depannya ada sebuah mobil yang baru keluar dari SPBU. Hilang kendali dan akhirnya dua pelaku tersebut menabrak mobil lalu terpental jauh," ungkap Marbun.

Sejumlah warga dan pengendara lainnya yang mengejarnya saat itu tersulut emosi, langsung memberikan pukulan bertubi-tubi ke wajah pelaku.

"Kami saat itu belum ada laporan, berhubung ada anggota patroli melintas langsung dilerai. Sebab, kondisi kedua pelaku ini jika dibiarkan bisa mati di tempat," ungkapnya.

"Sesudah menabrak serta luka parah, makin parah lukanya akibat emosi warga dan pengendara lain yang mengejarnya. Sehingga, kami membawa kedua pelaku itu ke RS Polri Kramat Jati dulu. Untung, nyawa para pelaku ini masih bisa diselamatkan," jelasnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help