Kos-kosan di Bogor Tengah Ini Ramai Didatangi Para Pria, Ternyata Jadi Tempat Prostitusi Online
Satpol PP Kota Bogor juga menemukan dua orang pasangan muda yang sedang mabuk-mabukan dengan sebotol minuman keras
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kos-kosan di kawasan Jalan Otto Iskandardinata, di Kelurahan Babakan Pasar, RT 1/3 Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga menjadi lokasi prostitusi online.
Pantauan TribunnewsBogor.com kos-kosan tersebut berada di kawasan terpencil.
Untuk masuk ke dalam kosan tersebut harus melintasi gang sempi yang hanya bisa di lalui satu motor. Saat sudah berada dinujung gang ada jalan yang cukup besar serta ada sebuah tangga menuju ke dalam kosan.
Saat mulai menaiki anak tangga terlihat beberapa pintu kamar kosan tertutup. Hawa pengap serta minimnya lampu penerangan membuat kos-kosan tersebut tampak remang-remang.
Saat tiba di ujung tangga, ada sebuah balkon tempat menjemur pakaian. Di hadapan balkon tersebut terdapat tiga buah kamar.
Dua kamar berada di pojok bersebelahan dan satu kamar berada memanjang dekat pintu masuk.
Dari kamar tersebut Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto bersama petugas Dinas Sosial Kota Bofor dan Satpol PP Kota Bogor beserta pihak kepolisian mendapati seorang waria diduga sedang melakukan tindak asusila dengan seorang pria.
Baca: Pesan Gurame dan Sayur Asem, Segini Tagihan untuk Jokowi dan Rombongan Pas Makan Siang di Puncak
Baca: Diputuskan di Malam Natal, Gerindra Bersama PKS dan PAN Sepakat Koalisi di Lima Provinsi
Di sebelah kamar tersebut juga ada seorang waria lainnya yang diduga sedang menunggu tamu.
Bima Arya Wali Kota Bogor mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi terkait adanya laporan dari masyarakat.
"Jadi kita melakukan investigasi. Banyak indikasi kos kosan dijadikan tempat prostitusi terselubung menawarkan jasannya lewat online,” ujarnya usai melakukan sidak.
Selain itu di sebelah tiga kamar tersebut ada sebuah tangga yang menuju kamar lainnya. Ada delapan kamar yang letaknya berhadapan. Di depan lorong kosan terdapat sebuah tv LED.
Di setiap kamar kosan dilengkapi dengan sebuah kamar mandi. Uniknya lagi di dalam lorong tersebut terdapat sebuah warung.
Entah siapa yang menjadi pelanggan warung yang berada di pojok kosan delapan kamar tersebut.