Jokowi Utus Staf Setneg Tangani Ancaman Kepsek sampai KIS di Kota Bekasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan menyelesaikan empat kasus sosial di Kota Bekasi.

Jokowi Utus Staf Setneg Tangani Ancaman Kepsek sampai KIS di Kota Bekasi
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Joko Widodo menjawab sejumlah pertanyaan wartawan istana kepresidenan dalam acara berbuka bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7/2015). Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja dan diisi dengan shalat berjamaah dengan wartawan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan menyelesaikan empat kasus sosial di Kota Bekasi.

Seluruh kasus itu dilaporkan warga Kota Bekasi ke Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara (Sekneg) beberapa bulan lalu.

Staf Ahli bidang Pemerintahan Kota Bekasi, Junaedi, mengatakan, empat pegawai Sekneg sudah meminta klarifikasi ke Pemerintah Kota Bekasi pada Selasa (19/12) lalu.

Bahkan saat itu pihaknya langsung menggelar rapat tertutup dengan empat pegawai itu yang dihadiri oleh sejumlah dinas terkait.

Menurut dia, empat kasus yang dilaporkan itu adalah dugaan ancaman dari Kepala SDN Jatirahayu V, Pondokmelati kepada orang tua.

Siswa yang tidak membeli buku tambahan pelajaran akan dikenakan sanksi berupa dikeluarkan dari sekolah.

"Pengaduan ini dilaporkan pada 9 September 2016 lalu," kata Junaedi pada Senin (26/12).

Baca: Ternyata Ada Geng Motor Asal Indonesia yang Ditakuti di Daratan Eropa

Pengaduan kedua datang dari Azzahra Aurel Irawan, warga Perumahan Ardini I, Jalan Orcid III Nomor 65, Kelurahan Jatirahayu, Kota Bekasi.

Pada 14 Agustus 2017, dia mengajukan permohonan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Halaman
1234
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help