Polisi Tembak Perampok Bersenjata Api saat Beraksi di Toko Burung

Tersangka RJ (18) dan NS (31) ditembak betisnya karena melawan petugas saat dibekuk di rumah kontrakannya di wilayah Kalijodo

Polisi Tembak Perampok Bersenjata Api saat Beraksi di Toko Burung
IST
ilustrasi 

Laporan Wartawan Wartakota, Fitriyandi Al Fajri

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kawanan perampok bersenjata api yang beraksi di sebuah toko burung di Kampung Rawa Banteng RT 01/12, Cibuntu, Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Kamis, 28 Desember 2017 pukul 23.00 lalu, akhirnya ditangkap polisi.

Tersangka RJ (18) dan NS (31) ditembak betisnya karena melawan petugas saat dibekuk di rumah kontrakannya di wilayah Kalijodo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (12/1) malam.

Wakapolrestro Bekasi AKBP Luthie Sulistyawan mengatakan, polisi masih mengejar dua tersangka lagi berinisial J dan F. Tersangka J merupakan pelaku penembakan, sedangkan F berperan sebagai joki sepeda motor.

Baca: Ginjalnya Dicuri di Qatar, Rabitah Berjuang Cari Keadilan

"Mereka kawanan Lampung dan sudah belasan kali mencuri sepeda motor disertai kekerasan di wilayah hukum Kabupaten Bekasi, Jakarta dan Tangerang," kata Luthie pada Minggu (14/1).

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, sebuah toko disatroni empat perampok bersenjata api. Salah satu pelaku menembak karyawan toko, Slamet Setiawan (26) hingga proyektil menembus betis kanan dan bersarang di betis sebelah kiri.

Selain Slamet, keempat tersangka juga mengeroyok tiga rekan korban, yakni Satrio Cahyo Purnomo (20), Budi Santoso (24) dan Tri Wahyu Widodo (20). Namun ketiga korban itu hanya mengalami kekerasan fisik yang dipukul memakai gembok, gagang sapu dan tangan kosong.

Pelaku melukai mereka karena kesal, soalnya keempat korban enggan menunjukkan kunci sepeda motor Honda CBR 150 cc yang diparkir di halaman depan toko burung. Selama beberapa saat mencari di dalam toko, kunci motor tidak kunjung ditemukan.

Setelah menembak betis Slamet, mereka kabur sambil membawa tiga ponsel korban, Play Station dan sepeda motor Honda Beat B 4978 FEI di dalam ruko. Mereka mengambil motor Honda Beat karena kuncinya masih tersemat di kendaraan. "Berdasarkan laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi tersangka yang merupakan residivis kasus serupa," ujar Luthie.

Menurut Luthie, kelompok tersangka dikenal sadis dalam setiap aksinya. Mereka tidak segan melukai korban bila melakukan perlawanan. Apalagi mereka selalu dibekali dua pucuk pistol rakitan, sehingga merasa percaya diri bakal ditakuti korban.

Kasat Reskrim Polrestro Bekasi AKBP Rizal Marito menambahkan, selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa dua pucuk pistol rakitan beserta 11 butir peluru, dua bua kunci letter T berikut lima buah mata kunci, tiga unit ponsel, uang tunai Rp 110.000 dan sebuah anak kunci merek Honda. "Barang bukti kita amankan untuk menjerat tersangka di persidangan nanti," kata Rizal.

Rizal mengatakan, polisi masih juga masih memburu penadah barang curian itu. Satu unit sepeda motor hasil curian dijual tersangka dengan harga bervariasi tergantung kondisi dan jenisnya. Motor sport bisa dijual sekitar Rp 10 juta, sedangkan jenis bebek dijual Rp 3 juta-Rp 5 jutaan.

Akibat perbuatannya, tersangka RJ dan NS dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help