Banjir di Jakarta

Pernyataan 'Menggelitik' Sekda DKI Soal Banjir: Dari Kulkas Hingga Sodetan

"Kalau pindahnya jauh, ya barangkali itu memang sudah nggak ada tempat lain itu, seperti dari Pluit ke Marunda itu,"

Pernyataan 'Menggelitik' Sekda DKI Soal Banjir: Dari Kulkas Hingga Sodetan
Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengenakan rompi BPBD ketika melayani awak media, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, dengan menggunakan rompi BPBD menyampaikan beberapa informasi terkait banjir kepada awak media.

Saefullah mengeluarkan pernyataan yang membuat awak media tertawa dibuatnya.

Tribunnews.com mengumpulkan beberapa pernyataan Saefullah yang bercampur guyon.

Baca: Pria Lulusan SMP Pesan Narkoba dari Belanda Pakai Bitcoin, Begini Kasusnya Terungkap

Saefullah menyampaikan selama banjir terjadi, dimulai, Senin (5/2/2018) banyak sampah yang hanyut terbawa.

Menurut dia alat-alat berat yang disiagakan di pintu-pintu air sempat mendapati sampah berupa kulkas.

"Sampai hari ini, itu sampah ini aneh nih. Jadi luar biasa memang agak repot, alat berat kita stand by terus. Sama kulkas-kulkas ya. Kemarin kulkas banyak banget itu. Kulkas masih ada nasinya kemarin pagi tuh. Rendangnya masih ada, nasi padang ini," ucap Saefullah yang mengundang tawa wartawan, Rabu (7/2/2018).

Pernyataan menggelitik Sekda DKI Jakarta tersebut berlanjut sampai sesi tanya jawab.

Baca: Dua Pelawak Indonesia Tersandung Kasus Penyalahgunaan Visa di Hong Kong, KJRI Beri Pendampingan

Mendapat pertanyaan banyaknya warga yang sulit di relokasi.

Saefullah menjawab dengan gurauan dan menjadikan kawasan Marunda sebagai contoh.

"Kalau pindahnya jauh, ya barangkali itu memang sudah nggak ada tempat lain itu, seperti dari Pluit ke Marunda itu," ucap Saefullah.

Baca: Aktivitas Ahok di Penjara Tidak Jauh Dari Alkitab

"Tapi pada gemuk-gemuk di Marunda saya lihat. Pipinya pada pada gemuk-gemuk begitu. Berarti sejahtera dia sebetulnya itu. Ada futsal, ada permainan, ada musik, ada apa, pokoknya mereka happy," ujarnya.

Tidak sampai disitu. Mendapat pertanyaan perihal sodetan di Sungai Ciliwung, kembali Saefullah menjawab santai sambil menyisipkan guyonan.

"Jadi sodetan ini pentingnya sekarang nih. Kalau Ciliwung meluap," ucap Saefullah.

"Itu sodetan tinggal dibuka saja. Silahkan teman-teman air lewat sini, ke BKT ya. Di sana lancar, nggak ada manusia. Enak di sana itu lewat," tutur Saefullah sambil mempraktikan seakan bisa berbicara dengan air.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help