Kecelakaan Maut di Puncak

Pesan WhatsApp Korban Laka Maut Tanjakan Emen: Saya Mau Pergi

Sri Martiningsih menitipkan sesuatu kepada ibu dari sahabat anaknya, Novi. Titipan ini tak disangka menjadi pesan terakhir Sri Martini.

Pesan WhatsApp Korban Laka Maut Tanjakan Emen: Saya Mau Pergi
Warta Kota
Tangis meledak dari puluhan keluarga korban kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018) pagi, saat puluhan mobil ambulans pengangkut jenazah tiba di RSUD Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Sri Martiningsih menitipkan sesuatu kepada ibu dari sahabat anaknya, Novi. Titipan ini tak disangka menjadi pesan terakhir Sri Martini.

Sri Martiningsih dan Novi kerap berbagi peran dalam mengawasi dan menjemput si buah hati usai pelajaran sekolah tuntas. Apalagi, kedua anak mereka berada di kelas yang sama.

"Kebetulan anak saya sekelas juga sama anaknya dia," Novi membuka cerita tentang korban Sri Martiningsih kepada TribunJakarta.com di Masjid Nurul Iman.

Sri Martiningsih pun menitipkan pesan kepada Novi satu hari jelang kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. Pesan singkat dilayangkan melalui WhatsApp kepada Novi.

"Tadinya Bagus mau ikut saya (liburan ke Ciater). Tapi sayang, karena sudah kelas enam harus ikut try out di sekolah," begitu pesan Sri Martiningsih seperti ditirukan Novi.

Saat itu Novi tidak memiliki paket data internet. Ia baru beberapa jam kemudian membalas pesan Sri Martini.

Tidak lama kemudian, Sri Martiningsih kembali mengirim pesan singkat kepada Novi.

"Saya mau kumpul ramai-ramai, tapi besok saya mau pergi," ungkap Sri Martiningsih melalui pesan WhatsApp kepada Novi dua jam sebelum bus yang ditumpanginya kecelakaan.

Lebih lengkap baca di sini.

Editor: Ade Mayasanto
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help