Olahraga Bisa Menjadi Motor Kedua Perekonomian Indonesia

Olahraga itu sendiri merupakan sarana alat promosi dalam dunia pendidikan, kesehatan, perdamaian dan pariwisata

Olahraga Bisa Menjadi Motor Kedua Perekonomian Indonesia
Istimewa
Sesi talkshow acara Eventnesia 2018 yang diselenggarakan oleh Program S1 Event Universitas Prasetiya Mulya, di Kampus BSD, Tangerang Selatan akhir pekan lalu 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Wakil Ketua Tim Percepatan Wisata Olah Raga Kementerian Pariwisata, Aranyaka Dananjaya Axioma berpendapat olahraga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendatangkan wisatawan di Indonesia.

Dalam acara olahraga besar seperti Asian Games, menurut Aranyaka, ada wisata alam dan wisata buatan.

Wisata alam terjadi ketika pengunjung baik atlit peserta maupun penonton menikmati alam sekitar tempat diselenggarakannya berbagai pertandingan olah raga.

Sedang wisata buatannya terjadi ketika berbagai kebudayaan lokal diangkat dalam peristiwa olah raga itu.

Di Asian Games misalnya, dipertandingkan Pencak Silat, yang merupakan kekayaan olah raga lokal.

“Semua itu dalam sudut pandang Kemenpar adalah sarana untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya”, kata Aranyaka di sesi talkshow  acara Eventnesia 2018 yang diselenggarakan oleh Program S1 Event Universitas Prasetiya Mulya, di Kampus BSD, Tangerang Selatan akhir pekan lalu.

Eventnesia merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Program Studi S1 Event Universitas Prasetiya Mulya yang bertujuan mewadahi para pemangku kepentingan di industri pariwisata dalam membangun, mengembangkan dan memajukan dunia pariwisata pada umumnya dan industri event pada khususnya.

Staf Ahli Bidang Politik Kemenpora Yuni Poerwanti, mengatakan, olahraga dapat menjadi mesin kedua perekonomian Indonesia asal dikelola dengan sungguh-sungguh.

“Olah raga itu kan aktivitas yang dilakukan oleh bangsa di seluruh dunia, tak terkecuali oleh bangsa Indonesia, dan sudah diatur dalam UU No.3 Tahun 2005 bahwa tidak ada satu manusia pun yang tidak bisa menikmati olah raga, baik layanannya, (ke)ikut(sertaan) memelihara sarana-sarananya, industri olah raganya, sampai ke sport tourism, dan sebagainya”, jelas Yuni.

Olahraga itu sendiri merupakan sarana alat promosi, tambah Yuni, antara lain dalam dunia pendidikan, kesehatan, perdamaian dan pariwisata.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved