Kasus First Travel

Jaksa Penuntut Umum Beberkan Cara First Travel Menarik Calon Jemaah

calon jemaah First Travel harus membayar terlebih dahulu sebelum mengisi formulir untuk syarat ketentuan umrah promo.

Jaksa Penuntut Umum Beberkan Cara First Travel Menarik Calon Jemaah
Fransiskus Adhiyuda
Jaksa Penuntut Umum (JPU) L Tambunan 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) L Tambunan menyebut fakta persidangan yang menghadirkan saksi meringankan terdakwa bos First Travel, Abdul Salam semakin menunjukkan cara yang digunakan First Travel dalam menggaet calon jemaah.

Fakta persidangan, kata L Tambunan, terungkap calon jemaah First Travel harus membayar terlebih dahulu sebelum mengisi formulir untuk syarat ketentuan umrah promo.

"Ada yang menarik dalam persidangan ini pengisian formulir Syarat Ketentuan Umrah Promo (SKUP) diisi dan ditandatangani setelah calon jemaah itu membayar," kata L Tambunan usai persidangan ketiga terdakwa bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (16/4/2018).

Baca: Tak Didampingi Mulan Jameela, Ahmad Dhani: Perempuan Tidak Sekuat Laki-laki

Menurut L Tambunan, para calon jemaah dijebak dengan dalih yang tertera di Syarat Ketentutan Umrah Promo (SKUP) dimana jadwal keberangkatan umrah calon jamaah yang bisa ditunda sebanyak lima kali.

"Calon jemaah dijebak bayar dahulu baru disuruh menulis formulir yang berisi perjanjian yang disebut keberangkatan bisa ditunda lima kali ini merupakan jebakan pada calon jemaah," tutur L Tambunan.

Diketahui, dalam persidangan, Abdul Salam mengaku sudah mengikuti umrah First Travel sejak tahun 2012. Selain itu, dia mengaku mengikuti program First Travel sejak tahun 2012 hingga 2016.

Sementara itu, saksi yang rencananya dihadirkan dua orang oleh kuasa hukum terdakwa. Namun, ketua paguyuban umrah, Nadir berhalangan hadir di persidangan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help