Meski Aksi Sepi, Gojek Tetap Respons Massa Driver Taksi Online

Go-jek merespons massa driver taksi online yang menggelar aksi di depan kantor pusat Go-jek di kawasan Blok-M, Jakarta, Senin (16/04/2018).

Meski Aksi Sepi, Gojek Tetap Respons Massa Driver Taksi Online
TRIBUNNEWS.COM
Massa driver transportasi online menggelar aksi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Go-jek merespons massa driver taksi online yang menggelar aksi di depan kantor pusat Go-jek di kawasan Blok-M, Jakarta, Senin (16/04/2018).

Dalam aksi yang dimulai dari kantor Grab di Kuningan, Jakarta Selatan, itu, terdapat tiga poin tuntutan driver taksi online ke aplikator.

Tuntutan itu antara lain kenaikan tarif menjadi Rp4.600 per km, menolak aplikator menjadi perusahaan transportasi, dan memisahkan taksi reguler (konvensional) dengan taksi individu dari aplikasi.

Director Corporate Affairs Go-Jek, Nila Marita Indreswari merespons tiga tuntutan tersebut.

”Untuk (tarif) Gocar sudah mengikuti ketentuan yang diatur Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 108,” katanya dalam keterangan.

Pada prinsipnya, sambung Nila, Go-Jek selalu menginginkan persaingan usaha yang sehat agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif ke masyarakat.

”Go-Jek sebagai technology enabler berkomitmen meningkatkan kesejahteraan seluruh stakeholder dalam ekosistem kami. Dalam hal ini termasuk wacana terkait tarif berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia,” terang Nila.

Baca: Diduga Jebakan First Travel Gaet Calon Jemaah Umroh, Begini Faktanya

Sedangkan tuntutan penolakan aplikator menjadi perusahaan transportasi, Nilai menilai wacana tersebut merupakan ranah pemerintah.

Hal tersebut memerlukan kajian dan diskusi mendalam dari para pihak terkait.

Halaman
123
Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help