Mayat Tak Beridentitas di Depan Stasiun Pasar Minggu Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Imam Santoso mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh tukang ojek pangkalan

Mayat Tak Beridentitas di Depan Stasiun Pasar Minggu Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Istimewa
Petugas Kepolisian memeriksa kondisi jenazah seorang pria tanpa identitas di depan Stasiun Pasar Minggu, Senin (25/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria tak diketahui identitasnya ditemukan di tengah jalan dekat Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mayat diduga korban tabrak lari.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Imam Santoso mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh tukang ojek pangkalan.

Baca: Sosok Mayat Pria Masih Pakai Helm Ditemukan di Depan Stasiun Pasar Minggu

Saksi melihat mayat di pembatas jalan seberang Stasiun Pasar Minggu, pada Senin (25/6/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Saat dilihat saksi ternyata ada korban kecelakaan lalu lintas, usia korban diperkirakan 50 tanpa identitas, dia lalu melaporkannya ke polisi," ujar Imam saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/6/2018).

Posisi korban berada di tengah Jalan Raya Pasar Minggu arah Depok. Korban sudah ditutupi koran dan di dekatnya terdapat sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi B 6647 KWM diduga milik korban dengan kondisi motor lampu depan pecah.

"Korban memakai baju koko muslim warna merah, jas warna abu-abu, jaket warna abu-abu, celana panjang bahan warna krem, kepala memakai helm merah muda, dan luka pada bagian wajah mengeluarkan darah," katanya.

Baca: Saung Bergambar Mural Warnai Sekretariat Panwas Kecamatan Cikijing

Saat ditemukan, korban telah meninggal dunia dan wajah korban terdapat luka lebam berlumuran darah. Jenazah korban kini telah dibawa ke RS Fatmawati guna identitifaksi dan proses visum.

"Kasusnya ditangani oleh Satlantas Polres Jakarta Selatan dan saat ini sedang dilakukan olah TKP di lokasi kejadian," tuturnya.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help