Anies Anjurkan Orangtua Antarkan Anak Saat Hari Pertama Masuk Sekolah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganjurkan kepada seluruh orangtua agar mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Anies Anjurkan Orangtua Antarkan Anak Saat Hari Pertama Masuk Sekolah
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Four Point Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganjurkan kepada seluruh orangtua agar mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku dirinya mengantar buah hatinya pada hari pertama masuk sekolah Rabu (11/7/2018).

"Saya sudah kemarin, karena hari pertama dia (anaknya) hari Rabu kemarin. Karena tiga hari ini warming up," kata Anies di Four Point Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Baca: Polisi Tembak Kaki Penjambret yang Beraksi di Stasiun Klender Baru

Pemprov DKI memberikan keringanan atau dispensasi bagi pegawainya dan jajaran BUMD agar bisa mengantarkan anak mereka sebelum berangkat kerja.

"Kita beri dispensasi untuk pegawai Pemprov dan BUMD untuk mengantarkan anaknya sebelum bekerja, kita beri waktu sampai pukul 09.30," ungkapnya.

Anies juga mengimbau pejabat di bawahnya yang menangani karyawan agar memberikan izin kepada para orangtua yang akan mengantarkan anaknya sekolah.

Baca: Peluang Anies Baswedan di Laga Pilpres 2019 (Bag. 2)

Tujuan dari kebijakan tersebut tidak lain supaya orangtua dapat bertemu langsung dengan pengajar anak-anaknya.

"Tujuannya agar orangtua bertemu dengan guru. Jangan di drop di depan pagar, tapi antarakan ketemu (bertatap muka) dengan guru," imbuh Anies.

Maksudnya agar orangtua murid dapat menjelaskan apa yang menjadi fokus anak kepada pendidik yang ada di sekolah.

Harapannya, timbul interaksi antara pendidik di rumah dan di sekolah, kemudian keduanya dapat memahami perannya masing-masing.

Dimana tanggung jawab ada pada orangtua, dilimpahkan kepada gurunya yang mengawasi anak mereka di sekolah.

"Harus ada komunikasi antara dua ini. Jadi tujuannya ada interaksi antara dua pendidik, orang tua dan guru," kata Anies.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved