Jumat Besok LRT Jakarta Akan Diuji Coba untuk Umum, Tarifnya Masih Belum Ditentukan

Meskipun ini merupakan uji coba final LRT fase I, namun sejauh ini Anies menyebut belum memutuskan terkait dengan tarif LRT.

Jumat Besok LRT Jakarta Akan Diuji Coba untuk Umum, Tarifnya Masih Belum Ditentukan
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjajal LRT Velodrome-Kelapa Gading 

Laporan Reporter Kontan, Kiki Safitri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau uji coba LRT (Light Rail Transit) yang akan diberlakukan umum hingga Jumat (14/9/2018).

Anies memulai perjalanan dari Stasiun LRT Velodrome Rawamangun menuju Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading.

Meskipun ini merupakan uji coba final LRT fase I, namun sejauh ini Anies menyebut belum memutuskan terkait dengan tarif LRT.

“Nanti (tarif LRT), sekarang lebih memastikan proses konstruksinya tuntas. Dan faktor safety yang paling utama. Kita ingin memastikan bahwa semua pengguna LRT bisa menggunakan LRT tanpa harus mendapatkan risiko apapun,” kata Anies di Stasiun Rawamangun Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Baca: SBY Jadi Juru Kampanye Prabowo, AHY Jadi Dewan Pembina Timses

Selain terkait harga tiket LRT, Anies ingin memastikan seluruh proses konstruksi LRT mencakup tiga hal penting yakni on quality, on budget dan on schedule,sehingga tiga kriteria utama setiap membangun infrastruktur dapat tercapai.

Jika dilihat dengan seksama, terlihat jarak antara gerbong dan peron yang cukup jauh. Hal inilah kemudian akan dipastikan dan disampaikan kepada pihak LRT untuk dilakukan perbaikan dan solusi yang tepat.

Baca: Jalanan di Kota Hanoi Memerah Menjelang Peluncuran Ojek Online Go Viet di Vietnam

“Begitu juga dengan lingkungan sekitarnya. Jadi risikonya harus nol. Karena itu semua potensi risiko diminimalisasi dan disiapkan langkah-langkah konkritnya termasuk tadi ketika melihat ada jeda antara gerbong dengan peron,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anies menjabarkan bahwa dengan dibangunnya LRT ini tidak hanya berfungsi sebgai moda transportasi umum biasa, tapi juga sebagai alat interaksi warga Jakarta.

“Kita ingin agar MRT dan LRT memiliki standar pelayanannya sama dan tidak ada beda antar keduanya. Alat transportasi ini lebih dari sekadar memindahkan penduduk, tapi juga alat interaksi antar warga,” ungkapnya.

Diketahui sejauh skema pembahasan tarif sudah dilakukan. Hanya saja Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo selaku pihak yang menaungi LRT belum menentukan skema tarif tersebut apakah Build-Operate-Transfer (BOT) atau Build-Transfer-Operate (BTO).

Skema usulan tarif ini rencananya akan rampung pada November 2018 dan disusul dengan rencana peresmian LRT fase I pada awal tahun 2019.

 
 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved