Aksi Penghijauan Bogasari Tanam 1.000 Mangrove

Sebanyak 1.000 tanaman manggrove disumbangkan PT Indofood Tbk Divisi Bogasari kepada Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok

Aksi Penghijauan Bogasari Tanam 1.000 Mangrove
Istimewa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebanyak 1.000 tanaman manggrove disumbangkan PT Indofood Tbk Divisi Bogasari kepada Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok untuk ditanam di pinggiran pesisir Pantai Marunda, Kamis (13/9/2018).

Aksi penanaman 1.000 pohon mangrove ini dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Pelaksanaan penanaman mangrove di wilayah Jakarta Utara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem yang semakin memburuk.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 1,8 juta hektare tanaman manggrove di Indonesia perlu dilakukan peremajaan dengan 95.181 km garis pantai, 130 juta hektare hutan, dan 3,7 hektar juta manggrove terluas di Asia bahkan dunia.

Dan mangrove selama ini dikenal dengan tanaman hijau yang memiliki banyak akar, berbatang kokoh mampu menjadi filter air, polisi, dan udara, menahan abrasi.

Vice President Human Resources Bogasari, Anwar Agus menegaskan, bibit 1000 tanaman manggrove yang ditanam ini merupakan hasil pengembangan Bogasari di areal pabrik.

"Bakau ini kita ambil dari jatuhan bibit bakau di sepanjang pesisir Jakarta yang kami semaikan di pabrik kami dan sudah berusia 9 bulan serta siap tanam dengan tinggi sekitar 90 cm. Semoga bibit ini bisa bertahan hidup di pesisir Jakarta Utara," jelas Anwar dalam siaran pers, Kamis (13/9).

Bogasari sebagai pabrik terpung terigu yang sudah ada di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak tahun 1971 tentu sangat mendukung program penanaman pohon mangrove dalam rangka Harhubnas ini.

Sebenarnya ada 4 kegiatan yang digelar dalam rangka Harhubnas ini yakni Care Port , Health Port, Social Port, dan Green Port atau Gerakan Tanam 1000 Pohon. Aksi penanaman pohon ini sejalan dengan salah satu pilar dari 5 pilar CSR Indofood, yakni Menjaga Kelestarian Lingkungan .

Anwar menambahkan, pembudidayaan mangrove gampang-gampang susah.

“Kami buat kolam dengan air laut kemudian kita memelihara ikan lele guna mengatasi jentik nyamuk karena efek dari kolam terdapat banyak jentik nyamuk. Dan saat ini Bogasari sedang membudidayakan 1000 bibit lagi dan 4 bulan lagi diperkirakan sudah layak tanam. Setelah itu Bogasari akan membudidayakan bibit baru lagi,” paparnya.

Meski sebagai pabrik tepung terigu, ia menegaskan Bogasari sangat peduli dengan lingkungan. Bahkan di areal pabrik terigu, Bogasari menyiapkan dua lokasi pembibitan aneka tanaman yakni tanaman hias dan tanaman toga.

Untuk tanaman hias, Bogasari membudidayakan 71 jenis tanaman dengan stok yang ada saat ini sekitar 10.500. Sedangkan tanaman toga, ada 21 jenis dengan stok tanaman 658.

“Budidaya tanaman ini bukan hanya untuk kebutuhan areal tanaman Bogasari seluas 1,5 hektar tapi juga untuk disumbangkan ke masyrakat. Termasuk saat pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA),” ucap Anwar. (*)

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help