Beri Sambutan di Rakerda KAI DKI, Rusdi Tahir: Jadilah Advokat yang Memperjuangkan Keadilan

Dalam sambutannya, dia berharap para advokat KAI memiliki idealisme dalam menjalankan profesinya.

Beri Sambutan di Rakerda KAI DKI, Rusdi Tahir: Jadilah Advokat yang Memperjuangkan Keadilan
HandOut/Istimewa
DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI menghelat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KAI bertema 'DPD KAI DKI Siap Menyambut Tahun Politik 2019', 12-13 September di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI menghelat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KAI bertema 'DPD KAI DKI Siap Menyambut Tahun Politik 2019', 12-13 September di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Di depan Ketua DPD KAI DKI, Ardi Mbalembout serta para pengurus KAI DKI, Ketua Dewan Penasihat KAI Rusdi Tahir memberikan sambutannya saat pembukaan Rakerda.

Dalam sambutannya, dia berharap para advokat KAI memiliki idealisme dalam menjalankan profesinya.

Dia juga meminta advokat yang tergabung dalam KAI mampu membela kebenaran dan keadilan serta pengabdian kepada masyarakat.

Karenanya advokat harus memiliki jiwa Idealisme, Patriotisme, Toleransi dan Nasionalisme (IPTN).

“Memang saat ini sudah sangat jarang advokat yang bersikap demikian, namun ini semata-mata agar advokat KAI memiliki rasa patriotisme yang tinggi yang tidak kenal lelah untuk menjadi advokat pejuang dan pejuang advokat,” kata Rusdi Tahir da.

Hal itu juga menurutnya, yang sudah dipelopori alm Presiden KAI, H Indra Sahnun Lubis. Hal itu, kata dia, tentu harus menjadi teladan bersama advokat.

Selain itu menurut Rusdi, advokat harus memiliki rasa toleransi yang sangat tinggi. Bangsa ini memang memiliki perbedaan perbedaan, baik agama, suku, maupun golongan, namun harus tetap bersikap toleran.

“Jangan tersekat-sekat oleh perbedaan, apalagi di tahun politik ini senantiasa kita harus mengembangkan jiwa yang besar dalam menerima perbedaan,” pinta mantan Kajati DKI Jakarta ini.

Advokat juga imbuhnya, harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Kepentingan nasional, kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara harus di atas segala-galanya.

Rusdi berpesan, menjadi advokat itu jangan jangan mencontoh advokat yang berpaham hedonisme, yang mendewa-dewakan kemewahan.

“Jadilah advokat yang baik, yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, karena rizki itu Allah yang mengatur,” saran Rusdi yang juga mantan Anggota DPR/MPR RI ini.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help