Bocah Kelas 6 SD di Karawang Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Menghilang Sejak 13 September Lalu

Keberadaan mayat Ririn diketahui warga setelah tetangganya mencium bau menyengat dari kontrakan tersebut, Sabtu (15/9/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bocah Kelas 6 SD di Karawang Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Menghilang Sejak 13 September Lalu
Tribun Bali/Agus Aryanta
ILUSTRASI - Warga memenuhi lokasi penemuan mayat di dalam got seputaran jalan Bypass Munggu menuju Tanah Lot, Minggu (2/9/2018). TRIBUN BALI/AGUS ARYANTA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ririn Agustina (11), bocah kelas 6 sekolah dasar (SD), ditemukan tak bernyawa, Sabtu (15/9/2018), setelah diketahui menghilang sejak 13 September 2018.

Ririn ditemukan tak bernyawa oleh warga di kontrakan yang dimiliki ayahnya, di Kampung Rawasari, RT 001 RW 003, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Kontrakan tersebut terletak persis di depan rumahnya.

Keberadaan mayat Ririn diketahui warga setelah tetangganya mencium bau menyengat dari kontrakan tersebut, Sabtu (15/9/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudian, bersama ketua RT, warga mendobrak pintu kontrakan tersebut. "Saya tahu dari tetangga saat itu dia mencium bau tak sedap di kontrakan milik kami," kata bibi korban, Neti.

Neti mengungkapkan, saat warga mencari sumber bau tersebut, Ririn ditemukan di kamar mandi dan tertutup kasur lantai.

"Setelah dibuka, ternyata benar itu anak yang kami cari selama ini," katanya.

Baca: Google Tak Akan Pasang Iklan Politik untuk Kepentingan Pilpres 2019

Sebelum hilang, kata Neti, pada Kamis (13/9/2018), Ririn meminta izin untuk berangkat les. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, Ririn tak kunjung pulang ke rumah.

"Kemudian, kami sekeluarga mencari korban kemana-mana, hingga disebar ke media sosial," tambahnya.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat Ririn dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan autopsi.

"Mayat korban dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian korban," ujar Slamet.

Hingga saat ini, kata Slamet, pihaknya masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian Ririn.

Penulis: Kontributor Karawang, Farida Farhan

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved