Cekcok Warnai Kegiatan Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Wisata Ancol

“Mereka sudah pernah mau ditata oleh Ancol, dimasukkan ke kontainer. Kan mereka yang terdata di kontainer tapi lokasi kontainer jauh dari pengunjung."

Cekcok Warnai Kegiatan Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Wisata Ancol
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Pengelola Ancol Taman Impian menertibkan sembilan pedagang kaki lima di dalam kawasan objek wisata pantai di Jakarta Utara tersebut, Jumat (14/9/2018) sore. 

Laporan Reporter Warta Kota, Junianto Hamonangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengelola Ancol Taman Impian menertibkan sembilan pedagang kaki lima di dalam kawasan objek wisata pantai di Jakarta Utara tersebut, Jumat (14/9/2018) sore.

Saat penertiban sempat terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta Eny Rohyati mengatakan, peristiwa itu terjadi seusai dirinya mendampingi mereka berdiskusi dengan manajemen Ancol Taman Impian.

Diskusi terkait perizinan berdagang di kawasan tersebut.

“Kejadian ini sesudah diskusi dengan pihak Ancol, setengah jam setelah kita ketemu pihak Ancol. Itu kira-kira setelah ashar,” ungkap Eny, Jumat (14/9/2018).

Menurut Eny, ada 200 pedagang yang sudah memperoleh izin berjualan di mana 144 di antaranya pedagang binaan Ancol dan sisanya pedagang liar.

Sembilan pedagang yang didampingi Eny belum memperoleh izin berjualan.

“Kalau menurut saya, ini ada informasi yang tidak sampai. Kenapa informasi ini tidak disebarkan ke semua pedagang kalau memang mau ada penataan, artinya tidak dibeda-bedakan,” kata Eni.

Setelah pertemuan, sembilan pedagang dan tiga orang perwakilan JRMK termasuk dirinya melakukan evaluasi intern di dalam kawasan Ancol. Namun pada saat itulah pihak keamanan datang dan menggeledah tas mereka secara tiba-tiba.

Eny mengatakan pihak keamanan Ancol Taman Impian sempat cekcok dengan JRMK dan sembilan pedagang tersebut. “(Mereka menggeledah) alasannya mereka (para pedagang) nggak ada izin,” katanya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved