Ibu dan Anak Pemalsu Buku Nikah di Jakarta Utara Raup Untung Rp 230 Ribu dari Sepasang Buku Nikah

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry menuturkan, awal mula SLH dan anaknya BS bisa memalsukan buku nikah ketika suami SLH berinisial J masih hidup.

Ibu dan Anak Pemalsu Buku Nikah di Jakarta Utara Raup Untung Rp 230 Ribu dari Sepasang Buku Nikah
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ibu (SLH) dan anak (BS) pemalsu buku nikah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Seorang ibu berinisial SLH dan anak laki-lakinya berinisial BS sudah menjalankan usaha buku nikah palsu sejak tahun 2000-an.

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry menuturkan, awal mula SLH dan anaknya BS bisa memalsukan buku nikah ketika suami SLH berinisial J masih hidup.

J meninggal pada tahun 2017 sehingga SLH dan BS hanya berdua melanjutkan aksi pemalsuan buku nikahnya sejak sang suami meninggal.

Baca: Ibu dan Anak Pemalsu Buku Nikah di Jakarta Utara Ditangkap Polisi

Menurut Andri, J merupakan mantan pegawai KUA Kecamatan Cilincing.

"Mereka membidangi masalah ini semenjak almarhum ayahnya yang bernama J yang sudah meninggal. Menurut pengakuannya, J adalah mantan pegawai KUA Kecamatan Cilincing," jelas Andry, Rabu (14/11/2018) di Mapolsek Koja, Jakarta Utara.

Andri menuturkan, selama sebulan SLH dan BS bisa mendapatkan 10 pasangan yang memesan buku nikah kepada mereka sesuai arahan seorang ustaz bernisial L.

Adapun modal untuk pembuatan sepasang buku nikah palsu bernilai Rp 170 ribu.

Baca: Dipicu Kekecewaan, Seorang Ibu di Hong Kong Semprot Wajah Guru Anaknya dengan Pestisida

Sedangkan SLH dan BS menjual sepasang seharga Rp 400 ribu.

"Jadi mereka mendapat keuntungan sepasang buku nikah itu Rp 230 ribu," kata Andri.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved