Polsek Medan Satria Kumpulkan Guru Atasi Tawuran Pelajar

"Satu bulan ini kembali muncul benih tawuran, tapi kita selalu cegah. Ada beberapa baru sebatas kumpul-kumpul, baru mulai ribut."

Polsek Medan Satria Kumpulkan Guru Atasi Tawuran Pelajar
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Puluhan pelajar dibaringkan di atas trotoar oleh petugas Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota dan Satgas Pelajar karena diduga akan tawuran dengan kelompok pelajar lain, Jumat (24/3/2017). Dari tangan mereka petugas menemukan golok dan celurit. TRIBUNNEWSBOGOR.COM/LINGGA ARVIAN NUGROHO 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -  Aksi tawuran kerap terjadi di wilayah Medan Satria Kota Bekasi. Untuk mengantisipasi tawuran pelajar kembali marak, Polsek Medan Satria, Kota Bekasi, rutin melakukan patroli dan mengumpulkan sejumlah guru.

"Satu bulan ini kembali muncul benih tawuran, tapi kita selalu cegah. Ada beberapa baru sebatas kumpul-kumpul, baru mulai ribut tapi sudah langsung kita bisa bubarkan. Nah kemarin ini saja lepas pantauan sampai ada korban luka," kata Kapolsek Medan Satria Kompol I Made Suweta, kepada Wartawan di Polsek Medan Satria, Rabu (5/11/2018).

Satu pelajar mengalami luka bacokan usai tawuran di wilayah Medan Satria, pada Sabtu (1/12/2018) lalu. Made mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi sejak dua bulan. "Sebenarnya kita dua bulan lalu sudah antisipasi. Kita koordinasi dengan kepala sekolah, yayasan. Kita kumpul bahas soal kenakalan remaja ini," jelasnya.

Ia memint agar guru kesiswaan lebih aktif lagi dalam memantau anak siswanya. Tidak hanya dilingkungan sekolah tetapi juga diluar lingkungan sekolah.

"Semua elemen sekolah dan masyarakat harus proaktif. Bubarkan kalau sudah ada kumpul kumpul anak sekolah. Pihak orangtua juga harua ditingkatkan, pantau keberadaan anaknya usai pulang sekolah kemana dulu jika belum pulang," katanya.

Ia menilai tawuran sekolah biasanya dilakukan pada jam pulang sekolah. Untuk itu semua pihak harus lebih memahaminya.

"Ya ini marak usai pulang ujian sekolah mereka kumpul-kumpul akhirnya timbul tawuran. Tegur dan usir kalau ada segerombolan anak sekolah kumpul, jika sungkan laporkan ke kami kepolisian," paparnya.

Baca: United Tractors Siap Rakit CKD Chassis Bus Premium Scania K360IB 4X2 di Indonesia

Sebelumnya seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikeroyok dan dibacok empat pelajar SMP lainnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Sabtu (1/12/2018).

Empat orang yakni berinisial DR (14), OF (15), G (14) dan M (14) bertemu di TKP. Sementara Korban berinsial OCN (14).

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved