GARDA Sebut Tarif Grab untuk Pengemudi Lebih Rendah Ketimbang Go-Jek

Tarif Grab Bike yang diterima pengemudi sebesar Rp 1.200 per kilometer untuk perjalanan jarak dekat, sedangkan tarif Go-Jek Rp 1.600.

GARDA Sebut Tarif Grab untuk Pengemudi Lebih Rendah Ketimbang Go-Jek
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi. 

Mereka memutuskan migrasi karena merasa tidak ada perhatian dari manajemen Grab terhadap nasib mitranya.

Baca: Sempat Dipenjara dan Disiksa, Inilah Sheikha Latifa, Putri Kerajaan Dubai yang Kabur dari Istana

Faktor ekonomi dan jaminan kesejahteraan memang menjadi alasan utama adanya migrasi tersebut.

"Itu tindakan yang sangat rasional dari para pengemudi. Ketika merasa tidak ada jaminan kesejahteraan, tentu mereka melihat opsi lain," ujar Igun.

Sebelumnya, Managing Director Grab Indonesia Rizki Kramadibrata mengkritik kebijakan Go-Jek yang melakukan penyesuaian tarif.

Dia mengklaim bahwa Grab telah mengupayakan kesejahteraan tak hanya dengan skema tarif, tapi dengan memangkas pengeluaran mitranya.

Namun, ternyata tarif yang diterima pengemudi Grab justru lebih rendah daripada Go-Jek, dan Rizki menyatakan belum berencana menaikkan lagi tarif tersebut.

"Tarif adalah salah satu komponen kesejahteraan, dan kami menaikkan komponen tarif dengan sangat hati-hati," jelas Rizki.

Menanggapi hal itu, VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Reza Say menyatakan bahwa penyesuaian tarif dilakukan untuk mengikuti kondisi pasar, guna menjaga daya saing mitra pengemudi agar tetap menjadi pilihan konsumen.

"Dan tarif yang dibayarkan Go-Jek ke mitra driver saat ini tetap masih yang tertinggi di pasaran," kata Michael.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: GARDA: Tarif Grab ke Pengemudi Lebih Rendah Ketimbang Go-Jek

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved