Anies Soal Uji Coba Perdana JPM: Semua Itu Menyangkut Perilaku

Dari uji cobanya selama 2,5 jam hari ini, banyak dari pengguna kebingungan karena tak melihat jelas penanda arah berwarna biru dengan ukuran 0,5x1

Anies Soal Uji Coba Perdana JPM: Semua Itu Menyangkut Perilaku
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut uji coba Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang yang dimulai hari ini karena untuk memantau bagaimana perilaku masyarakat yang menggunakan.

Diketahui uji coba itu akan berlangsung selama sepekan ke depan terhitung sejak hari ini, Jumat (7/12).

"Sebenarnya semua itu menyangkut perilaku orang. Kalau menyangkut perilaku orang itu baik meski kita sudah ada fasilitasnya, dilihat seperti apa, sambil kita lihat cara mereka memanfaatkan fasilitasnya seperti apa, dipantau aja," terang Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Dari uji cobanya selama 2,5 jam hari ini, banyak dari pengguna kebingungan karena tak melihat jelas penanda arah berwarna biru dengan ukuran 0,5x1 meter yang ada di sisi atas JPM.

Menanggapinya, Anies akui hal tersebut bakal dijadikan sebagai bahan evaluasi ke depan agar segera memperbaiki demi kenyamanan masyarakat.

Proses evaluasi, lanjut Anies, merupakan hal biasa yang terjadi di setiap kebijakan baik pada pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari.

"Iyalah (evaluasi) kita aja ganti HP perlu coba, masih bingung enter-nya dimana, titik dimana, tombol dimana, biasa, itu normal aja," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi akui dalam uji coba Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang hari ini, tercatat ada 150 dari 200 orang menggunakan jembatan penyeberangan baru itu.

Pihaknya juga masih mendapati banyak pejalan kaki yang kebingungan soal arah karena minim papan penunjuk jalan.

Menurutnya, papan penunjuk arah tersebut harus mencolok sehingga warga yang melintas bisa lebih mudah menyadarinya.

"Signed masih kurang, jadi orang masih bingung ke blok F mana. Ada tapi kecil terus tidak pake scotlight, tidak menyolok signed ini, harus jelas, harus ada petugas yang mengarahkan harus ada sosialisasi, ada gambar," kata Irwandi saat dihubungi, Jumat (7/12/2018).

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved