Korban Penyerangan Perguruan Katak Beracun Alami Luka Bakar di Mata

Perguruan Katak Beracun menggunakan air keras ketika terlibat bentrokan di Jalan Bintaro Utama, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Korban Penyerangan Perguruan Katak Beracun Alami Luka Bakar di Mata
wartakota
Perguruan Katak Beracun diamankan petugas Polres Tangerang Selatan setelah terlibat insiden tawuran antar remaja. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Gerombolan remaja tanggung yang menamakan dirinya Perguruan Katak Beracun menggunakan air keras ketika terlibat bentrokan di Jalan Bintaro Utama, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada 2 Desember 2018. 

Hal itu diketahui setelah satu di antara korban bernama Aziz yang berasal dari kawasan Larangan, Ciledug, Kota Tangerang mengalami luka bakar pada bagian mata kanannya.

"Korban Aziz mengalami luka bakar di bagian mata sebelah kanan akibat siraman air keras," Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, Jumat (12/7/2018).

Baca: Disebut Pesan Busana Bareng Reino Barack, Unggahan Terbaru Syahrini Singgung Soal Imam Dunia Akhirat

Aziz merupakan satu di antara korban tawuran. Empat lainnya mengalami luka bacokan akibat senjata tajam.

Bahkan, korban bernama Alan Sutadi (24) meninggal dunia di rumah sakit setelah menerima luka bacokan pada bagian kepala dan punggung.

Dari insiden tersebut, polisi mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat aksi tawuran berdarah di Pondok Aren itu.

Adapun tersangka yang diamankan adalah MSBI (16), RD (15), S (13), BKA (17), WTP (15), SN (17), MY (15), Ahmad Fauzi Batubara (18), dan Deni Malik (18).

"Dari sembilan yang diamankan Polres Tangsel, dua dewasa dan tujuh masih di bawah umur dan rata-rata masih sekolah SMP dan SMK," terang Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan.

Saat ini polisi masih memburu dua orang dari komplotan Perguruan Katak Beracun yang juga diduga terlibat bentrokan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sadisnya Perguruan Katak Beracun Gunakan Air Keras Saat Tawuran di Pondok Aren 

Baca: Ombudsman Minta Novel Baswedan Koorperatif untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras

Baca: Ombudsman Minta Novel Baswedan Koorperatif untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras

Editor: Samuel Febrianto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved