Sudah 1.414 Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap Polres Jakarta Barat Hingga November 2018

"‎Sampai November 2018 kita sudah tangkap sebanyak 1.414 tersangka. Jika dirata-rata perhari kami menangkap empat orang terkait narkoba," kata Erick

Sudah 1.414 Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap Polres Jakarta Barat Hingga November 2018
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Jajaran telah menangkap sebanyak 1.414 tersangka kasus narkoba hingga November 2018 ini.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 3 produsen, 1102 pengedar dan 309 pengguna narkoba.

Baca: Polresta Solo Ringkus 19 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

"‎Sampai November 2018 kita sudah tangkap sebanyak 1.414 tersangka. Jika dirata-rata perhari kami menangkap empat orang terkait narkoba," kata Erick di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018).

Erick menuturkan dari 1.414 tersangka yang diamankan, ‎ada dua yang sudah divonis hukuman dan satu orang ditembak mati.

Baca: Sama-sama Berada di Bali, Luna Maya dan Pengusaha Asal Malaysia Ramai Didoakan Berjodoh

Adapun ‎barang bukti yang disita dari para tersangka terdiri dari 1.320 kilogram ganja, 88,1 kilogram sabu, 4 kilogram tembakau gorilla, 38.920 pil ekstasi, dan 10.000 psikotropika lain seperti obat penenang yang masuk dalam golongan narkoba.

"Setelah dilakukan cek laboratorium, dari barang bukti narkoba yang diamankan beberapa diantaranya ini merupakan kualitas terbaik," kata Erick.

Erick menjabarkan beberapa narkoba kualitas terbaik yang berhasil diungkap pihaknya diantaranya 1,3 ton ganja yang diperoleh dari jaringan Aceh, Medan, Jakarta.

Kemudian pada pengungkapan pabrik sabu di Cipondoh, Tangerang, Banten yang mampu menghasilkan sabu kualitas impor dengan bahan baku lokal.

Selanjutnya, ada juga pengungkapan pabrik ekstasi di Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang pertama kali ditemukan pembuatan ekstasi dengan bahan baku sabu yang memberikan efek halusinasi, anti depresan dan stimulan.

"Dan ironisnya, pabrik ini dikendalikan oleh jaringan lapas," kata Erick.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved