Dishub DKI Bakal Pakai Rambu Digital Untuk Dukung Sistem Ganjil Genap

menurut Sigit, di lapangan, petugas masih sering menghadapi para pengendara yang tak paham dengan kebijakan tersebut

Dishub DKI Bakal Pakai Rambu Digital Untuk Dukung Sistem Ganjil Genap
Danang Triatmojo
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyebut bakal menambahkan penggunaan rambu-rambu digital di jalan protokol Ibu Kota yang terdampak sistem ganjil-genap.

"Akan ada rambu digital," kata Sigit, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (31/12/2018).

Nantinya, rambu digital itu akan terpasang pada titik awal dan akhir ruas ganjil-genap.

Sebab menurut Sigit, di lapangan, petugas masih sering menghadapi para pengendara yang tak paham dengan kebijakan tersebut lantaran banyak rambu informasi konservatif ganjil-genap tidak ditempatkan strategis.

Baca: Mahfud MD Berkomentar Bagus Saat Tanggapi Soal Ribuan Triliun Utang Indonesia, Simak Penjelasannya

Sehingga pengendara masih sering "melewatkan" papan informasi tersebut, dan berargumen ketika diberhentikan petugas.

"Penegasannya akan kita perbanyak rambu-rambunya karena penempatan rambu yang kurang tepat bagi pengendara mungkin tidak bisa melihat. Sebaliknya juga pada petugas. Ini kita pertegas untuk penempatan dan penambahan rambu," ujarnya.

Baca: BNPB: Ada 441 Daerah Rawan Longsor di Indonesia

Penambahan dan penempatan titik strstegis penempatan rambu digital itu juga tertuang pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap, yang juga mengatur perpanjangan pemberlakuan (gagen) tanpa jangka waktu.

Sigit berharap, penambahan rambu digital itu bisa menjadi sesuatu yang informatif dan mencolok. Karena selain menginformasikan ruas jalan yang terdampak ganjil-genap, rambu digital itu juga akan memberikan data kecelakaan supaya pengendara lebih "aware" dalam berlalu lintas di jalan raya.

"Kita ingin rambu itu tidak sesuatu yang pasif, tapi juga sesuatu yang aktif dalam artian juga dia bisa beri informasi yang tidak hanya sifatnya stand alone," kata Sigit.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved