Buntut Kaki Tiga Bocah Terbakar saat Main di Lahan Kosong, Polsek Tarumajaya Turun Tangan

Polsek Tarumajaya bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait tiga anak yang mengalami luka bakar di kakinya, seusai bermain di lahan kosong

Buntut Kaki Tiga Bocah Terbakar saat Main di Lahan Kosong, Polsek Tarumajaya Turun Tangan
Warta Kota
Lahan kosong yang diduga mengandung limbah minyak panas 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -  Polsek Tarumajaya bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait tiga anak yang mengalami luka bakar di kakinya, seusai bermain di lahan kosong di Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur, Tarumajaya.

"Itu kejadian Kamis (10/1/2019), awalnya Polsek Cilincing yang pertama olah TKP. Korban lapor ke Polsek Cilincing. Ternyata itu wilayah kami, memang mepet perbatasan bangat. Kita langsung olah TKP, garis polisi juga sudah kita pasang. Kita juga sudah ambil sampel tanah guna diselidiki lebih lanjut," kata Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat saat dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

AKP Agus menjelaskan, data korban yang diterimanya hanya ada dua. Kedua anak itu berinisial MBW (9) dan RSP (8), dan saat ini sedang dilakukan perawatan di RSUD Kojo, Jakarta Utara.

"Sementara dari data kita korban ada dua, lagi di rawat di RSUD Koja. Saya tadi juga habis dari rumah sakit, cek kondisi korban. Kalau untuk korban Muhamad Ramadan kita baru akan cek," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kejadian berawal saat anak itu bermain di lahan kosong yang terletak di perbatasan antara DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi itu.

Saat bermain di lahan kosong, satu kaki anak itu amblas ke dalam tanah yang mengandung panas, sehingga kakinya melepuh. Sepupunya yang berada di lokasi yang sama berusaha menolong, namun malah ikut terperosok dalam tanah itu.

Baca: Tiga Jasad yang Ditemukan Terbakar di Bawah Reruntuhan Rumah adalah Dua Bocah dan Seorang IRT

"Yang satu kakinya amblas, ditolong sama sepupunya ikut amblas juga. Langsung ditolong warga sekitar," jelasnya.

Untuk kandungan dalam tanah yang mengakibatkan kaki bocah melepuh, lanjut Agus, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi dan Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

"Hasil visum hari ini juga sudah diambil, sampel tanah juga sudah dan sedang diteliti. Lebih lanjut lagi, kita koordinasi dengan LH Kabupaten Bekasi dan LH Kementerian. Pemilik juga sudah dimintai keterangan," paparnya.

Ia menambahkan, untuk biaya perawatan para korban bakal ditanggung oleh pemilik lahan tersebut.

"Kalau untuk perawatannya, sementara orang tua, tapi dari pemilik tanah sudah ada utusannya akan bertanggung jawab," terangnya.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved