Pihak Sekolah Bantah Aniaya Murid Berkebutuhan Khusus Hingga Lebam

"Jadi posisi dia belum nyaman saat berdiri (di tangga), kemudian ada temannya bercanda, lalu dia jatuh, tapi gak sampai jatuh parah," katanya

Pihak Sekolah Bantah Aniaya Murid Berkebutuhan Khusus Hingga Lebam
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Pihak sekolah yang diduga menganiaya murid berkebutuhan khusus di Bekasi memberikan tanggapannya.

Kepala SD Al-Fajri Kota Bekasi, Siti Sjahrianti, mengatakan, luka lebam yang diderita JMH (11), siswa kelas III B merupakan luka akibat terjatuh dari tangga. 

Baca: Orangtua Siswa Berkebutuhan Khusus Korban Penganiayaan Gurunya di Bekasi Akhirnya Melapor ke Polisi

Siti menjelaskan, pada, Kamis, 7 Februari 2019, berdasarkan keterangan sejumlah temannya.

JMH saat itu sedang bercanda dengan temannya, lalu ketika akan menaiki anak tangga, ia terpeleset dan pada bagian kakinya membentur anak tangga.

"Jadi posisi dia belum nyaman saat berdiri (di tangga), kemudian ada temannya bercanda, lalu dia jatuh, tapi gak sampai jatuh parah, hanya terbentur anak tangga," kata Siti, Selasa, (12/2/2019).

Siti menjelaskan, letak kelas tempat JMH belajar memang berada di lantai dua.

Selain itu, selama menjalankan proses belajar mengajar pihaknya tidak pernah menerapkan hukuman yang berkaitan dengan kontak fisik.

Misal kata dia, jika ada siswa yang melakukan kesalahan atau tidak mengerjakan tugas, para guru selalu memberikan hukuman berupa tugas tambahan.

"Kalaupun anak melakukan kesalahan, kita pasti menyelesaikan dengan cara duduk bareng, kita sebagai orang dewasa memberikan arahan sebagai pendamping," jelas dia. 

Terkait masalah dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru, pihak sekolah sempat meminta orang tua JMH untuk datang ke sekolah pada, Senin, (11/2/2019) kemarin.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved