Pihak Sekolah Bantah Aniaya Murid Berkebutuhan Khusus Hingga Lebam

"Jadi posisi dia belum nyaman saat berdiri (di tangga), kemudian ada temannya bercanda, lalu dia jatuh, tapi gak sampai jatuh parah," katanya

Pihak Sekolah Bantah Aniaya Murid Berkebutuhan Khusus Hingga Lebam
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi. 

Namun, orang tua anak tersebut enggan datang untuk sama-sama menyelesaikan masalah sambil berdiskusi satu sama lain.

"Kami sudah pernah undang, namun orang tuanya tidak datang, sebelum itu, pada Jumat (8/2), memang orang tua anak sudah datang ke sekolah, meminta kami menjelaskan apa yang terjadi pada anaknya, tapi waktu itu memang belum terjadi titik temu, beliau justru meminta kami untum ambil tindakan 1X24 jam terkait adanya dugaan tersebut," jelas dia. 

Adapun sebelumnya, Muhamad Sugih (43), melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial HM ke Polres Metro Bekasi Kota.

Hal itu dilakukan setelah ia, melihat luka lebam dan merah pada kaki anaknya. 

Baca: Anak Berkebutuhan Khusus yang Diduga Dianiaya Pihak Sekolah di Bekasi Alami Trauma

Sugih kemudian meminta penjelasan ke pihak sekolah, apakah anaknya memiliki masalah, namun pihak sekolah justru mengatakan bahwa, anaknya tidak memiliki masalah apapun dengan guru yang bersangkutan. 

Namun ketika ia menanyakan langsung dengan sang anak, JMH mengaku luka lebam dan merah disebabkan lantaran dicubit serta ditendang oleh wali kelasnya sendiri yakni HM.

Penulis: Yusuf Bachtiar

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul : Pihak Sekolah Sebut Luka Lebam Anak Berkebutuhan Khusus Akibat Terjatuh Dari Tangga

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved