Polisi Tangkap Suami-istri di Tangerang Selatan Diduga Terkait Penipuan Miliaran Rupiah

Ke depan Harun meminta masyarakat tidak terlalu mudah percaya dengan iming-iming keuntungan besar dari pihak tertentu yang tidak masuk akal.

Polisi Tangkap Suami-istri di Tangerang Selatan Diduga Terkait Penipuan Miliaran Rupiah
Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Pasutri pengusaha money changer penipu empat korban bernilai belasan miliar rupiah dihadirkan pada jumpa pers Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono bersama jajarannya di Mapolda Metro Jaya, Senin(11/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan suami istri (pasutri), George alias GRH dan Lyana alias LW, digelandang ke kantor polisi.

Pasalnya, keduanya yang berprofesi sebagai pengusaha money changer di Tangerang Selatan telah melakukan penipuan terhadap 4 orang korbannya hingga belasan miliar rupiah.

Modusnya, mereka menawarkan dan menjual valuta asing (valas) kepada para korban dengan iming-iming mendapat keuntungan besar.

Mereka menjanjikan kurs dolar yang ditawarkan jauh lebih menguntungkan dari kurs resmi yang ditetapkan bursa efek atau bank.

Akibat perbuatannya, keduanya dibekuk Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tanpa perlawanan di rumahnya di Tangerang Selatan, Januari 2019 lalu.

Baca: Beredar Video Murid Dibantu Orangtuanya Aniaya Petugas Kebersihan Sekolah hingga Kepalanya Sobek

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kasus itu diungkap oleh Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Petugas menerima 4 laporan dugaan penipuan bermodus menjual valas pada September dan Oktober 2018.

"Dari 4 laporan polisi itu, kami lakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelakunya yakni GRH dan LW yang merupakan pasangan suami istri. Mereka adalah pengusaha money changer di Tangsel," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin(11/2/2019).

Menurut Argo Yuwono, tempat kejadian penipuan yang dilakukan pasutri ini dari 4 laporan polisi terjadi di Tangerang Selatan, Banten; di Glodok, Jakarta Barat; Bukit Barisan, Medan, Sumatera Utara; dan Surabaya, Jawa Timur.

"Dari empat laporan di empat lokasi itu, ada empat korban," katanya.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved