Mayat Terbungkus Karung di Bekasi Awalnya Berada di Kali Saat Pertama Ditemukan Warga

Mayat laki-laki ditemukan terbungkus kantong plastik dan karung di Kampung Caman Baru, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Mayat Terbungkus Karung di Bekasi Awalnya Berada di Kali Saat Pertama Ditemukan Warga
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rubiyono (67), warga Kampung Caman Raya Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Mayat laki-laki ditemukan terbungkus kantong plastik dan karung di Kampung Caman Baru, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Rubiyono (67), warga setempat mengatakan, mayat pertama kali ditemukan seorang warga bernama Jaya, sekitar pukul 05.30 WIB.

Selain terbungkus kantong plastik dan karung, mayat juga pertama kali ditemukan warga di atas kali yang letaknya tidak jauh dari lahan kosong tempat pembuangan sampah liar.

Baca: Kisah Pensiunan PNS Korban Peristiwa Talangsari yang Pernah Dipenjara 16 Bulan

"Pertama yang menemukan warga, pagi-pagi, pas itu mayat posisinya ada di kali terbungkus kantong plastik sama karung," kata Rubiyanto, Senin, (4/3/2019).

Dia menambahkan, warga yang menemukan lalu mengangkat mayat tersebut ke lahan kosong yang letaknya persisi di samping kali.

Selain terbungkus karung dan kantong plastik, mayat juga ditemukan dalam kondisi terikat pada bagian kaki.

"Pas di dalam kali itu pertama warga lihat talinya, karena talinya itu diikat di paku mayatnya di dalam kali terendam di dalam, semua bagian badannya," ungkap Rubiyono.

Baca: Andi Arief Ditangkap Polisi, Dua Anak Jokowi Kicaukan Masalah Ini

Adapun menurut Rubiyono, lokasi dekat penemuan mayat itu juga selain digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar, terdapat bedeng tempat warga bernama Jaya biasa melakukan aktivitas pembakaran batok kepala.

"Jadi kalau lahan ini emang kosong gak ada yang punya, saya udah lama nanemin pohon pisang, di sekitar sini biar gak dijadikan tempat buang sampah liar, nah kalau bedeng ini juga yang pakai namanya pak Jaya, dia jualan arang di sini tempat buat bakar arang," jelas dia.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved