TransJakarta Tandatangani Uji Coba Bus Listrik di Ibu Kota

TransJakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pihak terkait uji coba bus listrik di wilayah Ibu Kota tersebut.

TransJakarta Tandatangani Uji Coba Bus Listrik di Ibu Kota
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
bus listrik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semangat menghijaukan kota-kota di Indonesia hadir dengan bus listrik yang ramah lingkungan. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memulainya dengan program tersebut demi dampak positif yang lebih luas.

TransJakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pihak terkait uji coba bus listrik di wilayah Ibu Kota tersebut.

Mereka yang terlibat penandatanganan nota kesepahaman ini diantaranya, David Hunter (business development manager asia pacific dari PT Danfoss), E Zhao (managing director BYD auto industry), Dino Ariandi (Presdir dan CEO PT Bakrie Autoparts), Prof. Miming Mihardja (wakil rektor bidang administrasi umum, alumni, dan komunikasi ITB), dan Mayjen TNI Purn Leonard (Presdir PT Mobil Anak Bangsa).

Ujicoba tersebut, akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Namun belum tahu kapan pelaksanaannya dimulai. Karena pihak TransJakarta masih menunggu kesiapan mitra-mitranya. Sementara untuk uji coba kali ini, ada tiga armada bus yang sudah disiapkan.

"Hari ini kita liat sudah ada tiga armada. Untuk mencapai kesiapan itu diuji cobakan di kami, armada ini harus memenuhi regulasi dalam hal uji tipe. Kalau bisa mulai di tahun ini, kira-kira sekitar enam bulan," kata Dirut PT Transjakarta Agung Wicaksono, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Agung menjelaskan, TransJakarta bukan membeli armada bus listrik tersebut. Melainkan mereka yang mengoperasikannya adalah mitra mereka di Jakarta. Sementara pihak TransJakarta cukup membayar biaya operasionalnya saja.

"Transjakarta tidak akan memiliki armada ini. Armada akan dimiliki dan dioperasikan oleh para operator yang menjadi Mitra Transjakarta di Jakarta. Transjakarta membayar biaya operasionalnya," ujarnya.

Baca: Tanggapan Sejumlah Pihak Parpol terhadap Hasil Survei Litbang Kompas, Demokrat Sedih dan Kecewa

Diketahui, dalam uji cobanya nanti, ada dua jenis bus listrik yang bakal mengaspal di jalan dalam waktu dekat. Keduanya dipamerkan dalam ajang Busworld South East Asia di Hall B3 JI Expo Kemayoran.

Bus pertama bertipe BYD K9, yang bisa melaju dengan kecepatan 70 kilometer/jam. Sekali charge penuh, jarak yang bisa ditempuh hingga 250 kilometer sekali jalan.

Bus yang dibawa oleh Bakrie Autoparts ini cukup butuh waktu tiga hingga empat jam saja untuk mengisi daya dari keadaan kosong hingga penuh.

Bus kedua, bernama Mobil Anak Bangsa (MAB) dengan tipe seri MD12-E. Bus berjenis lower deck ini mampu menampung 60 orang di dalamnya, baik mereka yang duduk maupun berdiri.

Punya jarak tempuh sama seperti bus pertama, tenaga yang dihasilkan motornya mencapai 200 kW dengan torsi 2.400 Nm. Meskipun dari tampilan fisik tak berbeda dari bus pada umumnya, bus ini disebut rendah emisi, dan punya biaya perawatan lebih rendah.

"Secara teknis, sebenarnya dari segi bentuk dan sebagainya semua hampir sama. Namun komponen-komponen yang dimiliki bus listrik ini kalau dari studi lebih rendah keperluan perawatan dan biaya operasinya," pungkas Agung.

Sedangkan charging station untuk armada tersebut baru ada dua di Ibu Kota. Salah satunya terletak di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sementara satu lainnya masih belum ditentukan.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved