Edukasi Pendidikan Seksual Untuk Anak Jalanan

Pendidikan seks sejak dini diharapkan dapat melindungi diri serta menjaga diri anak dari ancaman kekerasan seksual yang bisa merusak masa depannya

Edukasi Pendidikan Seksual  Untuk Anak Jalanan
Ist
WOM Finance dan Rumah Singgah Anak Jalanan Pondok Belajar Tunas Bangsa melakukan edukasi pendidikan seks kepada 50 anak jalanan di sekitar Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  –  Pemenuhan kebutuhan ekonomi seringkali dijadikan alasan utama dari keberadaan anak di jalanan.

Selain karena faktor kemiskinan, anak jalanan yang jumlahnya setiap tahun makin meningkat, diantaranya karena disuruh orang tua bekerja di jalanan.

Mereka bekerja sebagai ojek payung, pedagang asongan, parkir liar, penyemir sepatu, menjadi pemulung barang-barang bekas.

Sebagian lagi sebagai pengemis, pengamen dan bahkan ada yang menjadi pencuri, pencopet atau bahkan terlibat dalam perdagangan seks.

Baca: Mantan Tentara yang Culik 6 Bocah Diringkus, Foto dan Video Penangkapannya Viral di FB

Untuk itu kemandirian serta potensi anak-anak jalanan menjadi perhatian program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance.

Kegiatan CSR ini diwujudkan melalui prasarana alat belajar dan edukasi pendidikan seks.

Baca: BREAKING NEWS - Sedang Berteduh di Pondok, 4 Orang Tersambar Petir, 2 Meninggal Dunia

Bekerja sama dengan Rumah Singgah Anak Jalanan Pondok Belajar Tunas Bangsa, WOM Finance melakukan edukasi pendidikan seks kepada 50 anak jalanan di sekitar Bintaro, Jakarta Selatan pada Selasa (30/4/2019).

Menurut Zacharia Susantadiredja, Direktur Keuangan WOM Finance mengatakan edukasi pendidikan seks ini adalah untuk mencegah kekerasan seksual pada anak-anak ini.

Dari masalah yang ada itulah timbul keinginan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sebagai bentuk pencegahan terjadinya hal yang sama pada generasi yang lebih muda.

Baca: Kisah Indar 20 Tahun Mengajar Anak Jalanan di Kolong Jalan Layang Tomang

“Kehidupan mereka di jalanan penuh dengan tindakan kekerasan, bahkan tindakan seksual yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Kami khawatir anak-anak ini menjadi objek terhadap fenomena kekerasan seksual, penculikan terhadap anak dan pergaulan bebas,” ujar Zacharia.

Kedatangan WOM Finance di petak rumah bertembok hijau itu disambut hangat oleh anak-anak.

Nampak mereka sangat antusias dan tidak sabar ingin menggunakannya untuk belajar.

Selain memberikan alat-alat belajar, WOM Finance juga menghadirkan seorang psikolog khusus anak jalanan untuk menjelaskan kepada anak-anak mengenai bagian-bagian tubuh yang perlu dijaga, hingga situasi-situasi yang dianggap mengancam dan harus dihindari oleh anak-anak.

“Pendidikan seks sejak dini diharapkan dapat melindungi diri serta menjaga diri anak dari ancaman kekerasan seksual yang bisa merusak masa depannya. Tindakan WOM Finance dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang yang peduli pada pendidikan anak-anak Indonesia dan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia,” katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved