Banjir Jakarta

Hilangnya Lahan Basah Jadi Penyebab Terbesar Banjir di Jakarta

Pakar arsitektur perkotaan ITB Jehansyah menyebutkan, penyebab utama terjadinya banjir Jakarta adalah hilangnya lahan-lahan basah di Jakarta.

Hilangnya Lahan Basah Jadi Penyebab Terbesar Banjir di Jakarta
Kompas.com/Ardito Ramadhan
Sampah menumpuk di Sungai Ciliwung, tepatnya di bawah jembatan Jalan Abdullah Syafei, Kampung Melayu, Jumat (26/4/2019). KOMPAS.com/ARDITO RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar arsitektur perkotaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah menyebutkan, penyebab utama terjadinya banjir Jakarta adalah hilangnya lahan-lahan basah di Jakarta.

Lahan-lahan basah tersebut antara lain berupa hutan bakau, rawa, persawahan yang kini telah beralih fungsi menjadi permukiman hingga pabrik dan pergudangan.

"Yang setiap tahun terjadi di Jakarta salah satunya disebabkan perubahan morfologi kota yang sudah terakumulasi. Di banyak lokasi, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, lahan-lahan basah telah diurug untuk dibangun permukiman, pabrik, dan pergudangan," kata Jehansyah dalam diskusi 'Bagaimana Mengatasi Banjir Jakarta' di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Jehansyah mengatakan, lahan-lahan basah di sepanjang bantaran sungai terus diduduki dan dibangun permukiman, baik formal maupun informal.

Konversi lahan basah yang semula berfungsi sebagai area retensi dan serapan air menjadi area perkotaan dibiarkan terus terjadi telah mengakibatkan luapan air yang semakin meningkat setiap musim hujan.

Lahan basah yang harus dimiliki Jakarta minimal 30 persen, tetapi Jakarta kini hanya punya 5 persen.

"(Lahan basah) 30 persen dan itu ada di Jakarta Utara dan Barat. Tapi sudah alih fungsi, yang seharusnya 30 (persen) paling sekarang tinggal 5 persen," kata dia.

Baca: Pasangan Bukan Suami Istri Kepergok Petugas Berada Dalam Satu Kamar

Menurut Jehansyah, hal ini mencerminkan gagalnya tata ruang Jakarta.

Rencana tata ruang wilayah (RTRW) Jakarta tidak diterapkan karena kalah dengan kepentingan bisnis.

Tak heran jika banyak bangunan didirikan di atas lahan basah.

"Itu tidak disusun berlandaskan akar masalah dan tujuan pembangunan Jakarta secara objektif untuk kepentingan publik. Hampir semua peraturan di Jakarta bersifat tambal sulam karena hanya diatur berdasarkan SK Gubernur yang hanya menguntungkan para pengembang besar," ujar Jehansyah. (Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Terbesar Banjir di Jakarta adalah Hilangnya Lahan Basah"

BACA JUGA ARTIKEL VIRAL BERIKUT !

 Foto Pernikahan Gadis Cantik & Pria Afrika, Kisah Cintanya Viral, Bertemu Jodoh di Saat Tak Terduga

 Foto Viral Wanita Menyusui Anaknya di Hari Pernikahan, Identitas Terungkap, Seorang Artis Terkenal

 Fotografer Tak Sengaja Temukan Foto Lawas Jokowi Cium Tangan Gus Dur, Ada Hal Besar Terungkap!

 Wisuda Tak Dihadiri Orangtua, Pemuda Ini Terduduk Lemas dan Menangis, Curhatannya Viral

 Lihat Posturnya, Wanita Bernama Puspa Dewi Ini Bak Gadis, Padahal Umur Aslinya Sudah Nenek-nenek !

 Banjir Doa untuk Adik Ayu Ting Ting yang Sudah Meninggal, Banyak yang Tak Sangka Tahu Kisah Hidupnya

 Reino Barack Rela Kalungkan Tas Syahrini di Leher Saat Jalan-jalan ke Mall, Ekspresinya Jadi Sorotan

 Viral Foto Ruang Doa 2 Agama Berbeda Saling Bersebelahan, Ini Cerita Menyentuh Sang Fotografer

 Viral Foto Driver Ojol Tunggu Pesanan Sambil Sibuk Membaca, Perhatikan saat Fotonya Di-zoom

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved