Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

"Masih Indonesiakah Kita?"

Sarifuddin Sudding sangat mengapresiasi penyambutan dari para peserta terhadap acara silaturahmi kebangsaan MPR.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar acara Silaturahmi Kebangsaan dan Orasi Pendidikan dengan tema 'Pemuda dan Pendidikan Membangun Peradaban Bangsa', di Auditorium Institut Kesehatan Deli Husada, Deli Tua, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017).

Acara tersebut dihadiri Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI dari Fraksi Partai Hanura Sarifuddin Sudding sebagai narasumber acara, Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono yang juga sebagai narasumber acara, Rektor Institut Kesehatan Deli Husada dan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Institut Kesehatan Deli Husada.

Dalam kesempatan awal, Sarifuddin Sudding sangat mengapresiasi penyambutan dari para peserta terhadap acara silaturahmi kebangsaan MPR.

"Saya sangat apresiasi responsif yang luarbiasa dari generasi muda memang sangat kami harapkan," katanya.

Diungkapkan Sarifuddin, dalam sejarah perjalanan pergerakan dan perubahan bangsa Indonesia mulai tahun 1908, tahun 1928, di era orde lama, orde baru dan di era reformasi kiprah pemuda Indonesia sangat berperan.

Sehingga perubahan demi perubahan yang mewarnai bangsa ini ada peran besar pemuda Indonesia itu adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibantah.

Peran yang luar biasa dari pemuda Indonesia terjadi pada tahun 1928 dimana sumpah pemuda dideklarasikan. Sumpah tersebut adalah elemen pengikat seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu tanpa mempersoalkan lagi perbedaan. Sumpah tersebut adalah cikal bakal semangat seluruh pemuda bersama rakyat Indonesia untuk menggapai cita-cita bersama yakni kemerdekaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ma'ruf Cahyono juga sangat mengapresiasi atensi dan respon luarbiasa dari peserta. Ma'ruf sempat terkesima dengan jawaban kompak dan keras para peserta ketika dirinya membacakan satu baris bait puisi tentang Indonesia.

"Masih Indonesiakah kita?", satu bait puisi tersebut dijawab lantang peserta dengan kata-kata "masih bapaak".

"Jawaban antusias generasi muda Indonesia akan ekspresi kecintaan kepada bangsa yang sangat lantanblg penuh semangat menandakan bangsa ini bisa berharap banyak kepada pemuda Indonesia ke depannya," ujar penerima anugerah tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI Joko Widodo ini.

Ma'ruf Cahyono mengingatkan dan menekankan bahwa generasi muda adalah pewaris dan penerus apa yang ditinggalkan para pendiri bangsa yakni nilai-nilai luhur bangsa yakni Pancasila. Untuk itu generasi muda harus menjaga dan merawat serta mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya begitu mendengar para pemuda Deli Tua ini berdiri semangat menyanyikan lagu kebangsaan, saya bangga dan sangat optimis negara ini akan terjaga dan maju ditangan para pemuda Indonesia," tandasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved