Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Generasi Muda Jangan Dijadikan Pelengkap Penderita

Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang rutin digelar setiap 28 Oktober, MPR memperingati kegiatan tersebut dengan menggelar 'Diskusi Empat Pilar'.

Generasi Muda Jangan Dijadikan Pelengkap Penderita
MPR RI
'Diskusi Empat Pilar' di Press Room, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (29/10/2018). 

Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang rutin digelar setiap 28 Oktober, MPR memperingati kegiatan tersebut dengan menggelar 'Diskusi Empat Pilar' yang diadakan di Press Room, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Dalam diskusi dengan tema 'Makna Sumpah Pemuda Bagi Generasi Milineal' itu menghadirkan dua pembicara, yakni anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo; dan pakar politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Dalam pemaparan, Firman mengatakan tema yang diangkat oleh MPR untuk memperingati Sumpah Pemuda menarik. "Ada yang perlu kita pahami tentang Sumpah Pemuda dan generasi milenial," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia saat ini dihadapkan pada perubahan peradaban bangsa. Perubahan yang terjadi mengandung tantangan.

Tantangan yang ada seperti globalisasi ekonomi, globalisasi politik, serta perkembangan teknologi yang bisa mempengaruhi perilaku anak muda. Dikatakan, tantangan itu serius untuk diperhatikan. 

Dari sebuah riset yang dirilis New York Times, generasi milineal adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996. Generasi ini berkisar antara 22 dan 30 tahun. Dalam riset tersebut juga menyebut perilaku generasi ini tidak hanya bersifat positif namun juga mempunyai potensi negatif.

"Generasi ini mempunyai ego yang besar sehingga mengatakan dirinya paling benar," Firman mengutip riset itu.

Berangkat dari riset itu, Firman mewanti-wanti agar waspada dan ekstra hati-hati dari ancaman globalisasi terutama perkembangan informasi lewat teknologi. Perkembangan informasi diakui diakui sangat berpengaruh pada anak muda.

Ia mengingatkan kalau kita tidak memahami dan menyaring apa yang benar dan apa yang salah, apa yang boleh dilakukan dan tidak, maka dampak buruk informasi itu akan menggerus generasi muda.

"Dan ini mengancam persatuan dan kesatuan bangsa", ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved