• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Buaya Pemangsa Diawetkan di Sangkulirang

Rabu, 17 Maret 2010 23:57 WIB
SANGATTA, TRIBUNNEWS.COM  - Buaya yang memangsa Sahar (40 tahun), warga Takat, Dusun Manubar, Kecamatan Sandaran kini berada di Kantor Polsek Sangkulirang. Rencananya jasad buaya tersebut akan diawetkan dan menjadi ikon Kecamatan Sangkulirang.

Hal itu disampaikan Kapolsek Sangkulirang AKP Andi Abdul Razak. Andi mengatakan, saat ini buaya tersebut sudah disuntik 20 liter formalin di banyak titik di kulitnya. "Kami masih menunggu formalin lagi dari Samarinda. Kebutuhan kami 40 liter lagi. Tapi bila ada 20 liter dulu tidak masalah," katanya, Rabu (17/3/2010).

Awalnya, buaya direncanakan dibawa ke Tenggarong, Kutai Kartanegara. Namun karena pihak Kecamatan Sangkulirang berkehendak untuk menahan, maka buaya tersebut diawetkan di Sangkulirang. "Camat sangat mendukung. Termasuk mendanai pembelian formalin dan menyiapkan kotak kaca," katanya.

Hingga saat ini buaya tersebut masih berada di lapangan depan Kantor Polsek Sangkulirang. Banyak warga yang berdatangan untuk berfoto dengan buaya tersebut. "Kayaknya warga gembira sekali ada buaya di sini," katanya sambil tertawa. Buaya tersebut berukuran panjang 6 meter, lebar sekitar 1 meter, dan berat diperkirakan lebih dari 1 ton.

Kapolsek mengatakan, dalam wilayah hukumnya yang membawahi lima kecamatan (Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, Karangan, dan Sandaran), terdapat dua daerah yang menjadi habitat buaya, yaitu perairan Karangan dan Sandaran.

"Di Karangan dan Sandaran, keberadaan buaya sudah sangat dipahami masyarakat. Ketika memasuki sungai dan muara, banyak buaya yang berada di pantai. Keberadaan mereka terlihat jelas saat air surut," katanya. Karena itu ia mengimbau pada warga maupun pengemudi angkutan perairan untuk selalu waspada.

Hal senada disampaikan Camat Sandaran, H Murdiansyah. Ia  mengatakan kawasan sekitar Sungai Sandaran merupakan habitat buaya. Namun ia tidak mengetahui jenis buayanya. "Bila kita menggunakan speed boat, maka selama 1,5 jam akan terlihat pesisir pantai yang banyak buayanya di kiri dan kanan," katanya, Selasa (16/3). (*)
Editor: Harismanto
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
1227 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas