• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang

Selasa, 11 Mei 2010 07:44 WIB
BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Jumlah angkatan tenaga kerja pada semester pertama tahun ini, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan peningkatan yang cenderung baik. Peningkatan jumlah kelompok penduduk yang bekerja tersebut mampu menekan jumlah pengangguran hingga turun 7,87 persen. Demikian dilansir BPS, Selasa (11/4/2010).

BPS mencatat, Jumlah penganggur, pada Februari 2010 mengalami penurunan sekitar 370 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 lalu, atau turun sekitar 670 ribu orang jika dibandingkan Februari tahun lalu. Turunnya angka pengangguran, serta meningkatnya jumlah tenaga kerja tersebut telah meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,23 persen selama periode satu tahun.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan menyampaikan, jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 116 juta orang. Angka tersebut berarti ada peningkatan jumlah pekerja sebanyak 2,17 juta orang jika dibandingkan angkatan kerja Agustus 2009 yang hanya sebesar 113,74 orang.

Meningkatnya jumlah angkatan kerja tersebut tentu saja merupakan kabar gembira karena mengindikasikan adanya penurunan jumlah pengangguran di Indonesia. Data BPS menunjukan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Februari 2010 tercatat mengalami penurunan 7,41 persen.

Jika dibanding TPT Agustus 2009 yang 7,87 persen memang penurunan tersebut tidak terlalu besar. Akan tetapi, ini menunjukan sinyalemen positif terhadap laju perekonomian secara keseluruhan. "Ini hal yang bagus, karena menggambarkan adanya peningkatan kelompok penduduk yang bekerja, serta jumlah pengangguran yang semakin turun. Tentang pengangguran, saya kira di semua negara pasti sama. Saya yakin tidak ada satupun negara yang jumlah penganggurannya nol persen," ujar Rusman.
Editor: Widiyabuana Slay
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas