Sabtu, 29 November 2014
Tribunnews.com

Inilah Dugaan Kasus yang Dimarkusi HI

Senin, 7 Juni 2010 05:55 WIB

Inilah Dugaan Kasus yang Dimarkusi HI
www.harianjogja.com
ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Inilah kasus yang diduga dimarkusi oleh HI dan oknum pejabat Polri yang ditulis dalam dokumen tersebut. Diantaranya adalah kasus pembunuhan guru SD berinisial H. HI, berdasarkan keterangan saksi dan masyarakat terlibat kuat dalam pembunuhan itu.

Dituliskan HI marah dan sakit hati karena aktivitas pengangkutan batubara miliknya yang melintasi depan SDN Sari Gadung terhenti akibat demo karena HI mengingkari janji melakukan penyiraman jalan yang menjadi akses ke SD tersebut.

Pengingkaran janji itu menyebabkan aktivitas belajar siswa terganggu dan terjadilah demo yang dipimpin guru tersebut. Polda setempat menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu yaitu C, HB, dan HI. Namun, HB dan C hanya dihukum 3 bulan penjara, sedangkan HI dikatakan belum tersentuh hukum sama sekali.

Kasus kedua adalah kasus pembunuhan P. Kala itu P sebagai perwakilan pemilik lahan yang lahannya ditambangi HI dibunuh di depan pos masuk rumah HI, saat hendak mengambil tagihan pembayaran fee lahan yang oleh HI dimintakan diambil langsung ke rumahnya. Sampai saat ini, kasus tersebut tak tersentuh hukum.

Kasus ketiga adalah kasus KUD GM. Dalam kasus ini, HI diduga mengkriminalisasi pimpinan KUD GM dengan tuduhan tindak pidana yang berubah-ubah dan tak cukup bukti untuk dipertanggungjawabkan untuk memuluskan niatnya mengambil alih lahan milik KUD GM yang mempunyai potensi batubara yang tinggi disana.

Pimpinan GM itu pun diketahui hingga kini masih ditangkap dan dipenjarakan dan grup HI akhirnya telah berhasil memproduksi jutaan ton dan meraup keuntungan sangat besar dari kegiatan pertambangan itu.

Lalu ditulis dalam dokumen tersebut, ada lagi kasus PT BCMP. Modus kejahatan dan mafia hukum yang dilakukan HI hampir sama dengan yang dilakukannya pada KUD GM, karena diketahui proses kriminalisasinya bersamaan. 55 persen saham PT BCMP kini telah dikuasai oleh pihak HI beserta oknum kepolisian dan kejaksaan. HA, direktur utama PT BCMP hingga kini dipenjara oleh polisi.

Dituliskan lagi, tak cukup KUD GM dan PT BCMP, kriminalisasi demi mengusai lahan tambang juga dilakukan HI pada PT SBT. Tapi dalam kasus PT SBT, pimpinan perusahaannya telah divonis bebas meski lahannya semua telah habis dikerjakan grup HI. Lalu ada CV ISP dengan direkturnya IS. (*)
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Tjatur Wisanggeni

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas