Yusril Resmi Ajukan Uji Materi UU Kejaksaan ke MK

Selasa, 6 Juli 2010 15:28 WIB

Yusril Resmi Ajukan Uji Materi UU Kejaksaan ke MK
Tribunnews.com/Ismanto
Yusril Ihza Mahendra, mantan Menkum HAM

Yusril ingin menguji konstitusionalitas penafsiran pasal 19 dan pasal 22 Undang-undang Tentang Kejaksaan Agung tersebut dihubungkan dengan prinsip negara hukum sebagaimana tertuang dalan Keputusan Presiden Nomor 187/M tahun 2004, Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007 dan Keputusan Presiden Nomor 83/P tahun 2009.

"Hari ini datang ke MK daftarkan uji tafsir pasal 19 dan 22 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 konstitusionalitas penafsiran Keppres 187/M tahun 2004, Keppres 31/P tahun 2007, Keppres 83/P tahun 2009 pembubaran kabinet dengan ketentuan pasal 1 pasal 28 D ayat pertama, " ujar Yusril saat jumpa pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Menurut Yusril, ketimbang dirinya berdebat dengan Jaksa Agung, Hendarman Supandji di luar, pengajuan judicial review adalah satu-satunya cara yang ditempuh untuk mengadakan perdebatan dengan Hendarman Supandji.

"Beliau sebagai jaksa agung adalah ilegal, tapi menurut Mensesneg legal kalau berdebat di luar tidak ada wasitnya makanya kita di pengadilan, sudah selesaikan permohonannya dan siap uji Undang-undang ke MK dan sudah kami sampaikan permohonannya, " jelasnya.

Yusril melanjutkan, saat mengajukan uji materi dirinya mengaku tidak didampingi oleh kuasa hukum sama sekali.

"Walaupun ada pak Maqdir disini tapi saya tidak akan didampingi kuasa hukum," tegasnya.

Atas pengajuan uji materi tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut juga berharap Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonannya dan melihat penafsiran mana melalui tiga Keppres tersebut yang paling tepat untuk diterapkan.

Halaman
12
Penulis: Willy Widianto
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help