• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Yusril Resmi Ajukan Uji Materi UU Kejaksaan ke MK

Selasa, 6 Juli 2010 15:28 WIB
Yusril Resmi Ajukan Uji Materi UU Kejaksaan ke MK
Tribunnews.com/Ismanto
Yusril Ihza Mahendra, mantan Menkum HAM
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra resmi mengajukan uji materi Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Agung.

Yusril ingin menguji konstitusionalitas penafsiran pasal 19 dan pasal 22 Undang-undang Tentang Kejaksaan Agung tersebut dihubungkan dengan prinsip negara hukum sebagaimana tertuang dalan Keputusan Presiden Nomor 187/M tahun 2004, Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007 dan Keputusan Presiden Nomor 83/P tahun 2009.

"Hari ini datang ke MK daftarkan uji tafsir pasal 19 dan 22 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 konstitusionalitas penafsiran Keppres 187/M tahun 2004, Keppres 31/P tahun 2007, Keppres 83/P tahun 2009 pembubaran kabinet dengan ketentuan pasal 1 pasal 28 D ayat pertama, " ujar Yusril saat jumpa pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Menurut Yusril, ketimbang dirinya berdebat dengan Jaksa Agung, Hendarman Supandji di luar, pengajuan judicial review adalah satu-satunya cara yang ditempuh untuk mengadakan perdebatan dengan Hendarman Supandji.

"Beliau sebagai jaksa agung adalah ilegal, tapi menurut Mensesneg legal kalau berdebat di luar tidak ada wasitnya makanya kita di pengadilan, sudah selesaikan permohonannya dan siap uji Undang-undang ke MK dan sudah kami sampaikan permohonannya, " jelasnya.

Yusril melanjutkan, saat mengajukan uji materi dirinya mengaku tidak didampingi oleh kuasa hukum sama sekali.

"Walaupun ada pak Maqdir disini tapi saya tidak akan didampingi kuasa hukum," tegasnya.

Atas pengajuan uji materi tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut juga berharap Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonannya dan melihat penafsiran mana melalui tiga Keppres tersebut yang paling tepat untuk diterapkan.

Pasalnya, Yusril melihat,dimana harus diletakkan jabatan seorang jaksa agung atas keputusan presiden sehubungan pengangkatannya.

Kalau alasan habis masa jabatan, tanpa mengaitkan Hendarman sebagai Jaksa Agung Kabinet Indonesia Bersatu I yang berakhir 20 Oktober 2009, tidak ada batasan masa jabatannya. Hendarman Supandji menurut Yusril bisa menjadi jaksa agung seumur hidup.

"Dikatakan meninggal dunia, beliau masih hidup, dikatakan sakit terus menerus, wong beliau masih segar bugar dan kemarin malah marah-marah sama saya," tegas Yusril.

"Saya hanya menghimbau kepada Sudi Silalahi, wong jadi Mensesneg kok malah bikin Presiden repot. Saya ingin uji penafsiran Sudi dan Hendarman di MK, sebagaimana tertuang dalam berbagai Keppres tadi, apakah konstitusional atau tidak, " tandasnya.

Ketika tiba di Gedung Mahkamah Konstitusi pada pukul 14.00 WIB, Yusril Ihza Mahendra ditemani oleh adik kandungnya Yusron Ihza Mahendra dan salah satu pengacara Maqdir Ismail.

Mereka langsung diterima oleh panitera Mahkamah Konstitusi untuk mengajukan permohonan dan kemudian mengadakan konferensi pers bersama para wartawan yang sebelumnya sudah menunggu sejak lama.
Penulis: Willy Widianto
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
31184 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas