• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribunnews.com

Konsumsi BBM Jenis Premium dan Solar Lampaui Kuota

Sabtu, 7 Agustus 2010 08:27 WIB
Konsumsi BBM Jenis Premium dan Solar Lampaui Kuota
KOMPAS
Kendaraan roda dua antre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
  Komsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN 2010.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Adi Subagyo Subono menyatakan kelebihan kuota ini menyebabkan Kekurangan kuota. Demikian disampaikannya, di kantor kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/8/2010).

"Kuota jenis BBM tertentu APBN 2010 sebesar 36.504.779 KL, dengan rincian, premium sebesar 21.454.105 KL; minyak tanah 3.800.000 KL; dan Solar 11.250.674 KL. Dari perkiraan BPH Migas realisasi BBM hingga akhir 2010 sebesar 40.100.000 KL dengan rincian, premium 23.200.000 KL; minyak tanah sama, tidak ada peningkatan; dan solar 13.100.000 KL," jabarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, terdapat kekurangan kuota di jenis premium dan solar. Dalam perkiraan BPH Migas kekurangan kuota untuk premium sebesar 1.745.895 KL dan solar 1.849.326 KL.

Seperti diungkapkannya, minyak tanah tidak mengalami kenaikan konsumsi karena konversi minyak tanah dianggap berhasil.

"Alasan terjadi kenaikan konsumsi BBM di premium dan solar adalah karena pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 diperkirakan sebesar 5,8 persen. Dan juga konsumsi BBM khususnya, jenis premium dan solar selalu mengalami kenaikan. Estimasi growth 2009-2010 untuk premium diperkirakan 9,34 persen dan solar 8,22 persen, growth 2008-2009 premium 9,29 dan solar 2,93 persenn," bebernya.
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Widiyabuana Slay
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
38755 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas