Ruslan Jabat Rektor Universitas Lambung Mangkurat

Selang dua hari semenjak Keputusan Presiden terbit, Muhammad Ruslan akhirnya dilantik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selang dua hari semenjak Keputusan Presiden terbit, Muhammad Ruslan akhirnya dilantik menjadi rektor baru Universitas Lambung Mangkurat periode 2009-2014. Pelantikan dilakukan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Kemdiknas, Jakarta, Sabtu (18/9/2010) pagi.

Berbekal Keputusan Presiden Rebulik Indonesia Nomor 123/M Tahun 2010 tanggal 16 September 2010, Ruslan dilantik bersama tiga Direktur Politeknik. Mereka adalah Wartomo yang ditetapkan selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda masa jabatan 2010-2014.

Kemudian Pirman yang ditetapkan sebagai Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang masa jabatan 2010-2014. Dan terakhir, Mei Sutrisno yang ditetapkan sebagai Direktur Politeknik Negeri Bandung masa jabatan 2010-2014.

Dalam pidatonya, Mendiknas Mohammad Nuh berharap, keempat pimpinan kampus ini bukan sekedar menjadi pejabat. Ruslan dan kawan-kawan diminta menjadi pemimpin yang pro dunia akademik, tidak elitis dan bersadar diri bahwa jabatan merupakan bagian dari takdir Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Menjadi rektor, menteri bukan karena pintar, bukan karena kaya, tapi lebih karena takdirnya. Karena itu takdir, berarti lebih banyak peran dari Yang Maha Kuasa," kata Mendiknas Mohammad Nuh di gedung Kemendiknas, Jakarta, Sabtu (18/9/2010).

Menurutnya, dengan keberadaan takdir tersebut, tidak layak manusia mengambil peran berlebih atas peran yang diberikan Ilahi. "Jangan kita ambil peran dari Yang Maha Kuasa itu kita ambil untuk posisi kita, tapi justru amanah yang telah ditakdirkan harus dikembangkan bersama-sama dengan komponen yang ada di kampus," tuturnya.

Mantan Menkominfo ini menjelaskan, kampus yang diduduki bukan milik rektor maupun direktur yang tengah berkuasa. Alasannya, rektor dan direktur di kampus bisa berganti setiap saat, namun kampus tidak bisa berhenti ketika rektor dan direktur berhenti dari tugas.

"Kampus dirancang untuk selamanya. Dari situ pentingnya kebersamaan di seluruh komponen kampus," ujarnya seraya berharap pimpinan kampus mengajak seluruh komponen kampus.

"Ajak semua. Kalau partisipasi tinggi, kepedulian terhadap kampus semakin tinggi," imbuhnya.

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved