• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Hati-hati! Banyak Pelaut Berijazah Palsu

Selasa, 28 September 2010 16:27 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kementerian Perhubungan mengakui saat ini masih banyak beredar ijazah pelaut palsu. Langkah-langkah pencegahan pun terus dilakukan.

Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby Mamahit,
mengatakan, perusahaan kapal juga harus melakukan pengawasan secara
ketat.

"Perusahaan juga diharapkan terus mengontrol para pelautnya. Jangan sampai pelaut mereka memakai ijazah palsu, artinya kemampuan mereka masih diragukan," kata Bobby di Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Menurutnya, ada tiga pelanggaran pemakaian ijazah pelaut dalam dunia
pelayaran. Pertama, ijazah pelaut yang benar-benar palsu, dibuat oleh
pihak yang tidak bertanggung jawab seolah-olah orang yang memilikinya
adalah lulusan sekolah pelayaran.

Kedua, ijazah asli yang dijual ke orang lain. "Biasanya ada pelaut yang sudah meninggal, lalu ijazahnya dipakai oleh orang lain. Fotonya dan namanya diganti," kata Bobby.

Ketiga adalah pelaut terbang, yaitu satu pelaut yang bekerja pada berbagai perusahaan pelayaran. Mereka bisa berpindah-pindah ke perusahaan pelayaran lain dan tetap terdaftar sebagai perusahaan kapal-kapal tersebut.

Untuk menghindari terjadinya hal itu, Kemenhub telah memampangkan daftar-daftar lulusan sekolah pelayaran dan pelaut di Indonesia dalam website Kemenhub.

Selain nama, juga disebutkan nomor register dan foto yang bersangkutan. "Perusahaan harus terus meng-update daftar tersebut agar tidak kecolongan," tandasnya.

Dalam catatan Kemenhub, jumlah pelaut Indonesia ada sekitar 315.000 orang, 102.000 di antaranya adalah perwira kapal yang 60 persennya masih aktif sebagai awak kapal.



Namun demikian, jelasnya, masih ada kelemahan daftar tersebut yaitu bisa di-hack oleh pihak tertentu. Nama dalam daftar tersebut bisa saja diganti oleh para hacker.

Sebelumnya, dalam surat pembaca Kompas, Senin (27/9/2010), Supriyo,
warga Tanjung Perak Surabaya menuliskan banyaknya ijazah palsu yang
beredar di Surabaya.

Dalam tulisannya, banyak kapal berlayar dengan perwira berijazah ANT V, ANT IV, dan ANT III palsu. Banyak pula ijazah yang disewakan dan perwira yang mendapatkan
 ijazah secara instan.

Meski ijazah itu asli, tetapi mereka mendapatkannya hanya dengan mengikuti ujian saja, sama sekali tidak mengikuti program sekolah atau pelatihan. (hendra gunawan)
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
51678 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas