Jumat, 27 Maret 2015
Tribunnews.com

Hati-hati! Banyak Pelaut Berijazah Palsu

Selasa, 28 September 2010 16:27 WIB

Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby Mamahit,
mengatakan, perusahaan kapal juga harus melakukan pengawasan secara
ketat.

"Perusahaan juga diharapkan terus mengontrol para pelautnya. Jangan sampai pelaut mereka memakai ijazah palsu, artinya kemampuan mereka masih diragukan," kata Bobby di Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Menurutnya, ada tiga pelanggaran pemakaian ijazah pelaut dalam dunia
pelayaran. Pertama, ijazah pelaut yang benar-benar palsu, dibuat oleh
pihak yang tidak bertanggung jawab seolah-olah orang yang memilikinya
adalah lulusan sekolah pelayaran.

Kedua, ijazah asli yang dijual ke orang lain. "Biasanya ada pelaut yang sudah meninggal, lalu ijazahnya dipakai oleh orang lain. Fotonya dan namanya diganti," kata Bobby.

Ketiga adalah pelaut terbang, yaitu satu pelaut yang bekerja pada berbagai perusahaan pelayaran. Mereka bisa berpindah-pindah ke perusahaan pelayaran lain dan tetap terdaftar sebagai perusahaan kapal-kapal tersebut.

Untuk menghindari terjadinya hal itu, Kemenhub telah memampangkan daftar-daftar lulusan sekolah pelayaran dan pelaut di Indonesia dalam website Kemenhub.

Selain nama, juga disebutkan nomor register dan foto yang bersangkutan. "Perusahaan harus terus meng-update daftar tersebut agar tidak kecolongan," tandasnya.

Halaman12
Editor: Anwar Sadat Guna
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas