Kamis, 30 Juli 2015
Tribunnews.com

Indonesia Tambah lagi Pesawat Tempur dan Kapal Perang

Rabu, 29 September 2010 01:44 WIB

Indonesia Tambah lagi Pesawat Tempur dan Kapal Perang
Tribun-timur/dok
Pesawat tempur Sukhoi made in Rusia

Bahkan, Menhankam Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, TNI AU akan menambah lagi pesawat tempur Sukhoi made in Rusia hingga mencapai satu skuadron atau 16 unit pesawat.

"Peluncuran kapal ini merupakan bentuk dukungan Kemenhan terhadap industri galangan kapal dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan alutsista (alat utama sistem persenjataan)," kata Dirut PT Pal, Harsusanto, dalam peluncuran kapal itu, di Surabaya, Jumat.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan, pengadaan pesawat Sukhoi  dilakukan secara bertahap dengan pengiriman 4 pesawat yang kemudian disusul dengan 3  pesawat, dan 3 pesawat lagi.

Pengadaan pesawat tempur Sukhoi itu sangat dimungkinkan karena pemerintah Rusia siap menyediakan berapa pun jumlah pesawat tempur itu sesuai dengan permintaan Indonesia. Selain pesawat Sukhoi, Kementerian Pertahanan bersama Mabes TNI serta Mabes TNI AU juga akan membeli jenis-jenis pesawat lainnya seperti F-16 serta pesawat pengganti Hawk dari Australia.

Walau 3 pesawat Sukhoi yang terakhir ini diterima tanpa rusal, tapi TNI kini  sudah memesan bom dari Turen, Malang, Jawa Timur. Di Turen, Malang, terdapat pabrik amunisi milik PT Pindad yang mempunyai spesialisasi untuk menghasilkan amunisi dan juga senjata. Selain itu, Kemenhan juga akan menambah lagi pembelian pesawat tempur, pesawat angkut dan helikopter dari negara lain.

Sedangkan kapal perang produksi PT PAL Indonesia di Surabaya, merupakan kapal perang untuk pendaratan pasukan (landing platform dock/LPD). Kapal perang itu merupakan  kapal keempat pesanan Kemenhan dan Daewoo International Corporation yang dibangun di PT Pal.

Dirut PT Pal, Harsusanto menjelaskan, panjang kapal mencapai 125 meter yang dirancang khusus untuk dipasangi meriam dengan kaliber 57 milimeter dan dilengkapi sistem kendali senjata (fire control system) sehingga sangat memungkinkan mampu bertahan dari serangan musuh.

Halaman12
Penulis: Iswidodo
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas