• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

Indonesia Tambah lagi Pesawat Tempur dan Kapal Perang

Rabu, 29 September 2010 01:44 WIB
Indonesia Tambah lagi Pesawat Tempur dan Kapal Perang
Tribun-timur/dok
Pesawat tempur Sukhoi made in Rusia
TRIBUNNEWS,COM- Indonesia terus memperkuat persenjataan dengan menambah alutsista (alat utama sistem persenjataan) berupa kapal perang dan pesawat tempur. Setelah Jumat lalu, Kemenhan bersama PT Pal meluncurkan kapal perang (made in Indonesia) untuk kebutuhan TNI AL Senin kemarin juga melaksanakan serah terima 3 pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM dari pemerintah Rusia.

Bahkan, Menhankam Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, TNI AU akan menambah lagi pesawat tempur Sukhoi made in Rusia hingga mencapai satu skuadron atau 16 unit pesawat.

"Peluncuran kapal ini merupakan bentuk dukungan Kemenhan terhadap industri galangan kapal dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan alutsista (alat utama sistem persenjataan)," kata Dirut PT Pal, Harsusanto, dalam peluncuran kapal itu, di Surabaya, Jumat.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan, pengadaan pesawat Sukhoi  dilakukan secara bertahap dengan pengiriman 4 pesawat yang kemudian disusul dengan 3  pesawat, dan 3 pesawat lagi.

Pengadaan pesawat tempur Sukhoi itu sangat dimungkinkan karena pemerintah Rusia siap menyediakan berapa pun jumlah pesawat tempur itu sesuai dengan permintaan Indonesia. Selain pesawat Sukhoi, Kementerian Pertahanan bersama Mabes TNI serta Mabes TNI AU juga akan membeli jenis-jenis pesawat lainnya seperti F-16 serta pesawat pengganti Hawk dari Australia.

Walau 3 pesawat Sukhoi yang terakhir ini diterima tanpa rusal, tapi TNI kini  sudah memesan bom dari Turen, Malang, Jawa Timur. Di Turen, Malang, terdapat pabrik amunisi milik PT Pindad yang mempunyai spesialisasi untuk menghasilkan amunisi dan juga senjata. Selain itu, Kemenhan juga akan menambah lagi pembelian pesawat tempur, pesawat angkut dan helikopter dari negara lain.

Sedangkan kapal perang produksi PT PAL Indonesia di Surabaya, merupakan kapal perang untuk pendaratan pasukan (landing platform dock/LPD). Kapal perang itu merupakan  kapal keempat pesanan Kemenhan dan Daewoo International Corporation yang dibangun di PT Pal.

Dirut PT Pal, Harsusanto menjelaskan, panjang kapal mencapai 125 meter yang dirancang khusus untuk dipasangi meriam dengan kaliber 57 milimeter dan dilengkapi sistem kendali senjata (fire control system) sehingga sangat memungkinkan mampu bertahan dari serangan musuh.

Kapal tersebut mampu melindungi pasukan dan kendaraan lapis baja serta helikopter yang didaratkan karena memiliki alat komunikasi yang mampu mendeteksi keberadaan musuh di sekitarnya,.

Kapal perang itu dibangun sesuai standar Lloyd Register+100A1 dengan menggunakan konstruksi ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal itu dilengkapi "bow thruster" yang berfungsi sebagai pemecah gelombang.

"Kapal ini dilengkapi peralatan darurat rumah sakit sehingga bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama," kata Harsusanto dikutip dephan.go.id.

Kapal perang produksi PT PAL itu  memiliki panjang keseluruhan 125 meter, lebar 22 meter, panjang garis tegak 109,2 meter, tinggi geladak 67 meter, kecepatan maksimum 15 knot, dan daya jelajah 30 hari dengan kemampuan jelajah 10 ribu mil.

Kapal berbobot mati 7.300 ton tersebut mampu mengangkut 126 anak buah kapal (ABK), 218 tentara, lima unit helikopter, dan dua unit kendaraan taktis. Sehingga kapal ini bisa digunakan untuk operasi kemanusiaan dan penanganan korban bencana alam. (*)
Penulis: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
6 KOMENTAR
51810 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Bambang Gaston-Rabu, 25 Januari 2012 Laporkan
    tambah lagi aja 13o soalnya wilayah kita luas jaya indonesiaku
  • Dewa Ruchi-Sabtu, 9 Juli 2011 Laporkan
    Bapak Panglima TNI, tolong sampaikan kepada Bapak Presiden untuk meminta dalam 1 tahu anggaran tidak membangun Infrastruktur kecuali pendidikan, kesehatan dan pertanian. Dan uangnya untuk membayar utang luar negeri kita, setelah itu di tahun anggaran beri
  • Tata Edy-Senin, 11 April 2011 Laporkan
    pokonya tambah semua peralatan perang kita pak panglima dri yg angkatan darat angkatan laut angkatan udarany biar negara kita kuat ..biarkan mereka yg selama ini memandang rendah tentara kita mikir 1000 kali
  • Asep Yanto-Kamis, 14 Oktober 2010 Laporkan
    tolong pak tambahakan inprastruktur negera , hak dan kewajiban TNI, TNI adalah polisinya negara dan dipercanggih lagi perbekalan2 negera dari pada habis ga jelas uangnya tolong jgn dimasukan kalangan artis jd DPR yg jd bikin hancur gara2 artis masa diDPR
  • Umar Ali-Selasa, 5 Oktober 2010 Laporkan
    negara sebesar ini harus didukung pertahanan yang kuat, dari pada tuh duit dinikmati segelintir orang mendingan dibeliin senjata.
  • Aulia Rahman-Sabtu, 2 Oktober 2010 Laporkan
    Tambah lagi Pak Panglima TNI.Uang kita masih banyak.Minta saja uang untuk gedung mewah DPR baru yang 1Triliun,kalau tak mau ngasih Rampok saja Pak.Kalau tidak Bom saja gedung DPR biar mampus semua.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas