Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Polda Metro Selidiki Tembakan Mengarah ke Mahasiswa

Rabu, 20 Oktober 2010 22:09 WIB

Polda Metro Selidiki Tembakan Mengarah ke Mahasiswa
Tribunnews.com/Herudin
BENTROK DENGAN POLISI - Ratusan mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi melemparkan batu ke arah polisi saat unjukrasa memperingati satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 SBY-Boediono di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2010). Dalam bentrokan itu, seorang mahasiswa tertembak peluru tajam polisi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait tembakan yang langsung mengarah ke arah mahasiswa saat terjadi aksi unjuk rasa di Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar menyatakan saat peristiwa penembakan itu pihaknya dalam kondisi terdesak karena sekitar 100-an mahasiswa melakukan penyerangan.

"Ada juga pemukulan terhada AKP Suraji, lalu diamankanlah yang mukul, kemudian penyerangan terjadi," ujar Boy Rafli di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

Polisi, kata Boy, sudah mempersilakan mahasiswa untuk berorasi. Namun yang terjadi kemudian adalah perlawanan terhadap petugas kepolisian. "Kita terus berupaya persuasif menutup jalan. Itu sudah mendekati anarkisme," imbuhnya.

Boy menyatakan, tembakan peringatan yang dilakukan pihak kepolisian dinilai wajar saat peristiwa itu terjadi. Selain itu polisi juga sempat bernegoisasi dan menghasilkan sebuah kesepakatan. "Tapi ada pemblokiran jalan, itu yang mengecewakan," tuturnya.

Aksi penyerangan kepada petugas, lanjut Boy, juga terjadi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat. Polisi lalu menghalau pengunjuk rasa dengan air yang ditembakkan dari water canon. "Penyerangan termasuk dengan batu yang dilemparkan ke petugas," ujarnya.

Saat aksi unjuk rasa peringatan pemerintahan SBY-Boediono, Polda Metro Jaya menurunkan 2.800 personel dari berbagai kesatuan di Istana Negara. Sedangkan 1 kompi atau setara 100 personel di tempatkan di Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat. "Untuk Pasukan Anti Huru-hara tidak di semua tempat," ujarnya.(*)
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Juang Naibaho

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas