Rabu, 1 April 2015
Tribunnews.com

Jejak Sejarah Pengungsi Vietnam Di Pulau Anambas

Rabu, 27 Oktober 2010 22:01 WIB

Jejak Sejarah Pengungsi Vietnam Di Pulau Anambas
maps.google.com
Ilustrasi rute penyeberangan pengungsi besar-besaran dari Vietnam ke Kepulauan Riau di Anambas dan Galang tahun 1974

TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Kabupaten Anambas di Kepulauan Riau, tepatnya di kecamatan Jemaja menjadi saksi sejarah Indonesia memberikan ruang kemanusiaan kepada pengungsi asal Vietnam yang eksodus saat negeri di Asia Tenggara itu berkecamuk perang saudara.

Bukti sejarah eksodus warga Vietnam ke pulau Anambas, akibat perang Vietnam yang terjadi tahun 1957 hingga 1975 masih tersimpan rapih di Pulau Jemaja, Anambas. Khusus di Desa Kuku yang berbatasan dengan Desa Air Biru, terdapat sejumlah batu nisan  kuburan  serta bangunan peninggalan masyarakat Vietnam yang pernah bermukim di kepulauan ini.

Perang Vietnam, yang juga disebut perang Indochina kedua, adalah ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina merupakan sekutu Vietnam Selatan, sedangkan USSR (Rusia) dan Tiongkok (China) mendukung Vietnam Utara yang merupakan negara komunis.

Perang inilah yang mengakibatkan terjadinya eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya. Di negara-negara tersebut, bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar.

Di luar negara itu, sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, juga bagian dari tujuan eksedus mereka. Dan di Indonesia, sejumlah pulau-pulau di Kepulauan Riau, salah satunya Pulau Jemaja, menjadi daerah tujuan warga Vietnam untuk menetap tinggal.  

Untuk selanjutnya, para pengungsi juga ditampung di Pulau Galang di dekat Batam dari tahun 1975 hingga 1996 dengan jumlah pengungsi mencapai 250.000 jiwa. Pemerintah Indonesia menyediakan lokasi seluas 18 hektar untuk menampung pengungsi tersebut, dan difasilitasi UNHCR PBB.

Ketua LSM Tuah Berbangsa, Omri, menceritakan, jejak peninggalan bersejarah permukiman masyarakat Vietnam di Kampung Tua, tepatnya di Desa Kuku masih tersimpan. Mereka datang sekitar tahun 1974, dengan menggunakan ratusan kapal perahu dari Vietnam menuju Jemaja

Halaman123
Editor: Iswidodo
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas