• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunnews.com

Permadi : Banyaknya Bencana Alam Tanda Kejatuhan SBY

Kamis, 28 Oktober 2010 15:41 WIB
Permadi : Banyaknya Bencana Alam Tanda Kejatuhan SBY
tribunnews.com/herudin
Permadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi sekaligus paranormal Permadi SH meramal pemerintahan SBY-Boediono tak akan tuntas mengakhiri tugasnya hingga 2014.

Permadi kemudian memberikan argumentasi, gejala alam sudah menunjukkan ke arah kejatuhan SBY. Paling lambat, umur pemerintahan ini hanya sampai 2012 saja.

Hal ini dikatakan Permadi SH saat ditemui usai menghadiri diskusi berjudul Mengukur Pengaruh Hegemoni Global Terhadap di Indonesia di Kantor ICIS, Kamis (28/10/2010).

Dijelaskan, saat ini goro-goro sudah mulai, bahkan makin tampak. Goro-goro, katanya terjadi di saat kebringasan alam dan manusia sudah menyatu.

"Kalau ada yang mengatakan banyaknya bencana ini, sebagai tanda-tanda kejatuhan SBY, saya sangat setuju. Karena, terus saja pemerintahan ini sudah menipu rakyat," kata Permadi.

Ia melanjutkan argumentasinya. Selain menipu, duet pemerintahan SBY-Boediono sudah membiarkan terjadinya korupsi. Melindungi para koruptor serta menyerahkan kedaulatan ekonomi dan politik kepada pihak asing.

"Jadi, sudah banyak dosanya. Alam akan marah, leluhur akan marah. Saya sudah mengatakan, pemerintahan ini paling lambat berakhir di 2012. Bahkan bisa-bisa di 2011. Nggak mungkin sampai di 2014," tandas Permadi.

Gejala awal, Permadi menegaskan, sudah banyak disampaikan melalui fenomena alam. Ia kemudian memberikan argumentasi diplomatis, Soeharto saat jatuh saja dari kursi kepresidenan, tanpa ada tanda-tanda alam sebelumnya.

"Pak Harto saja yang tidak ada tanda-tandanya tiba-tiba lengser. Apalagi ini. Yang paling dekat tanda-tandanya, pemerintah sudah tidak akan mampu lagi menjalankan pemerintahannya. Menteri-menterinya sudah saling tidak mempertahankan omongannya," papar Permadi.

"Contoh, Menteri Kehutanan (Zulkifli Hasan), bilang bencana di Wasior karena pembalakan hutan, presiden mengatakan karena cuaca, menterinya balik lagi mengatakan tidak ada pembalakan. Itu kan sudah gila," tandasnya.

Menurutnya, hal yang mudah bila hanya menjatuhkan presiden. Hanya tinggal mengepung DPR oleh para demonstran, akan terjadi. Akan tetapi, yang diperlukan bangsa ini adalah sebuah revolusi secara keseluruhan.

"Revolusi harus dilakukan untuk melawan neokolonialisme yang mencengkram Indonesia. Kalau presiden, di demo saja pasti jatuh. Tapi kan, neokolonialisme-nya kan tetap. Ini yang harus dijebol. Saya tegaskan, presiden akan jatuh karena goro-goro," demikian Permadi.
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas