• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tawuran Antar Warga Johar Baru Ibarat Penyakit Kambuhan

Kamis, 25 November 2010 06:37 WIB
Tawuran Antar Warga Johar Baru Ibarat Penyakit Kambuhan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Polisi mengamankan mahasiswa Unismuh, Makkasar yang tawuran
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Polres Jakarta Pusat menyatakan keseriusannya dalam menangani kasus tawuran anta warga di Tanah Tinggi, Johar Baru. Petugas akan terus mengawasi aktivitas disana mengingat tawuran kerap kali terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Pusat, Kompol Abdul Karim mengibaratkan tawuran antar warga di Jl. Tanah Tinggi, Johar Baru sebagai penyakit kambuhan. "Sebentar sembuh sebentar kumat. Terus saja seperti itu," kata Abdul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Dirinya lalu menjelaskan tawuran dapat terjadi akibat masalah sepele seperti dicontohkan hanya karena anak kecil bertengkar setelah kalah bertanding sepakbola, orang tuanya langsung turun tangan ikut-ikutan berkelahi. Warga yang sering melakukan tawuran adalah mereka yang bertempat tinggal di Jl. Baladewa dengan Jl. Kota Paris.

"Hanya karena masalah kecil itu, tawuran antar warga bisa terjadi," imbuh Abdul Karim.

Guna mencegah aksi kembali terjadi, pihaknya mengadakan sweeping warga Johar baru. Mereka akan terus diawasi penuh oleh anggota reserse berpakaian preman.

Puluhan anggota reserse akan membaur dengan warga sekitar. hal itu dilakukan agar ketika tawuran terjadi dapat diketahui sumber permasalahan serta siapa saja yang terlibat. Sweeping juga dilakukan dengan mengawasi senjata tajam atau benda-benda kaca yang diisi air keras. Busur panah juga akan menjadi target sweeping. Dia mengatakan selama ini warga kerap mempersenjatai dirinya dengan alat-alat tersebut ketika tawuran.

Abdul juga mengungkapkan pihaknya kini sudah memeriksa hampir 50 orang warga Jl Tanah Tinggi, untuk mengetahui penyebab tawuran yang terjadi pada Minggu (21/11/2010) lalu. "Kita sendiri belum tahu penyebabnya," imbuhnya.  Pihaknya juga belum mendapatkan tersangka yang menjadi otak dibalik tawuran Minggu sore tersebut.


Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anita K Wardhani
0 KOMENTAR
66490 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas