Dugaan Markus di MK

Jimly: Suap di MK karena Markus Berkeliaran di Sidang Pilkada

Jimly Asshiddiqie mengatakan dugaan suap di MK muncul lantaran ada markus yang berkeliaran saat sidang pilkada.

Jimly: Suap di MK karena Markus Berkeliaran di Sidang Pilkada
tribunnews.com/herudin
Jimly Asshiddiqie
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie mengatakan kasus dugaan suap menyuap yang terjadi di Mahkamah Konstitusi muncul lantaran ada makelar kasus (markus) yang berkeliaran saat persidangan pemilihan kepala daerah digelar di MK. Para markus tersebut kemudian berkeliaran dengan bebas memanfaatkan situasi yang terjadi.

"Ini kepentingan pribadi calon-calon pilkada yang ingin menang. Markus memanfaatkan keadaan, para pihak yang mengajukan pilkada ini yang dimanfaatkan dan mengatasnamakan hakim di MK," ujar Jimly saat jumpa pers di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (16/12/2010).

Menurut Jimly, posisi Mahkamah Konstitusi yang saat ini dinilai kuat sebagai salah satu alasan mengapa banyak pihak yang kemudian menyalahgunakan. "Saya rasa memang begitu, makin kuat MK makin banyak yang menyalahgunakan," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Jimly, semua berpulang kepada para hakim konstitusi yang bekerja, apakah mereka terpengaruh atau tidak dengan ulah para makelar kasus tersebut.

"Tapi kan tergantung hakimnya bisa terpengaruh atau tidak," tandasnya.(*)

Penulis: Willy Widianto
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help