• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

HTI Serukan Jamaah Ahmadiyah Tinggalkan Ajarannya

Minggu, 20 Februari 2011 11:28 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), menyerukan pada Jamaah Ahmadiyah, untuk meninggalkan keyakinannya yang dinyatakan menyesatkan.

Menurut Muhamaad Ismail Yusanto, Juru Bicara HTI, aksi penyerangan sekelompok warga terhadap Jamaah Ahmadiyah dipicu, karena kemarahan umat Islam terhadap Ahmadiyah yang dianggap telah menghinakan Nabi Muhammad SAW dan juga kesucian Al Quran.
"Kami menyerukan pada pengikut Jamaah Ahmadiyah untuk segera kembali pada yang benar dan meninggalkan ajaran Ahmadiyah yang jelas-jelas dinyatakan sesat. Hanya dengan cara itu, kedamian dengan umat Islam bisa didapat," kata Ismail Yusanto, dalam diskusi bertajuk 'Ahmadiyah Berulah Umat Islam Difitnah', di Wisma Antara, Minggu (20/2/2011).

Insiden Cikeusik, sendiri menurutnya, dipicu karena Jamaah Ahmadiyah tidak mengindahkan larangan untuk beraktifitas, sebagaimana yang telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), tiga menteri.

"SKB tersebut memberikan peringatan dan perintah pada Jamaah Ahmadiyah sepanjang mengaku beragama Islam untuk menghentikan penyebaran dan penafsiran yang menyimpang dari pokok ajaran Islam, yakni mengakui adanya Nabi, setelah Nabi Muhammad SAW," kata Ismail Yusanto.

HTI, lanjut Ismail, mendesak Pemerintah untuk membuarkan Ahmadiyah, hal itu menurutnya sebagai solusi terbaik, untuk menghindari konflik sosial dimasyarakat, agar tak berkepanjangan. "Hanya dengan keputusan tersebut persoalan Jamaah Ahmadiyah dapat diselesaikan secara tuntas. Lambatnya, Presiden dalam mengambil keputusan bisa dianggap turut membiarkan terjadinya konflik horizontal, karena warga akan mengambil jalan dalam menyelesaikan persoalan Jamaah Ahmadiyah ini," tutup Ismail. (*)
Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Harismanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
89064 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas