• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribunnews.com

TB Silalahi Comblangi SBY-Tomy Winata

Jumat, 11 Maret 2011 11:12 WIB
TB Silalahi Comblangi SBY-Tomy Winata
tribunnews.com/bian harnansa
Tommy Winata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Dalam bocoran kabel Kedutaan Amerika Serikat, terdapat sedikit keraguan apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlibat korupsi. Namun diplomat AS melaporkan bahwa dalam pertemuan tahun 2006 dengan SBY diketahui bahwa orang nomor satu di Indonesia itu meratapi kegagalannya untuk membangun diri dalam urusan bisnis. SBY pun disebut ingin memastikan bahwa dia meninggalkan warisan yang cukup besar bagi anak-anaknya.

Demikian dilansir Asia Sentinel, Jumat (11/3/2011). Bocoran kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat itu dirilis Wikileaks kepada sejumlah media asing. Selain Asia Sentinel, artikel serupa juga muncul di dua koran Australia yaitu The Age dan The Sidney Morning Herald.

Lebih lanjut, Asia Sentinel menulis, dalam rangka menyelidiki pribadi Presiden terkait kepentingan politik dan bisnis, diplomat Amerika mencatat hubungan antara SBY dengan pengusaha ternama tanah air, Tomy Winata. Disebutkan, Tomy adalah seorang figur bawah tanah yang juga anggota 'Geng Sembilan' atau 'Sembilan Naga', sindikat judi terkemuka.

Hubungan SBY-Tomy Winata diperkuat keterangan Agung Laksono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, kepada petugas Kedutaan Amerika Serikat. Agung menyebutkan bahwa TB Silalahi adalah orang yang menjadi penghubung antara SBY dan Tomy Winata. Hal ini dilakukan agar SBY tidak terlihat berhubungan langsung dengan Tomy.

Di samping itu, Tomy Winata juga memanfaatkan Muhammad Lutfi, mantan Kepala BKPM, untuk mendanai SBY. Lutfi sendiri ditunjuk SBY sebagai Kepala BKPM pada periode 2
Penulis: M. Ismunadi
Editor: Ade Mayasanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
94736 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ratih Gandhy-Jumat, 11 Maret 2011 Laporkan
    Sudah biasa kalau beberapa Pengusaha saling kenal dengan para pejabat,kita tidak usah terlalu bodoh,tetapi yang sering membodohi adalah melebihkan berita atau kabar yang tidak valid,ingat jika negara bisa dirugikan dengan berita seperti ini,roda negara b
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas