Bom Meledak di Utan Kayu

BNPT: Judul Buku Bisa Jadi Petunjuk

Arsyad Mbai mengungkapkan judul buku yang menjadi paket bom yang meledak di Utan Kayu, Jakarta, Selasa (15/3/2011) bisa dijadikan petunjuk.

BNPT: Judul Buku Bisa Jadi Petunjuk
TRIBUNNEWS.COM/NURMULIA REKSO
Buku saat belum meledak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan judul buku yang menjadi paket bom yang meledak di Utan Kayu, Jakarta, Selasa (15/3/2011) bisa dijadikan petunjuk.

"Itu bisa jadi Salah satu petunjuk. Itukan seperti nada ancaman. Itu bukan baru," jelasnya,

Sebagaimana diketahui, di lokasi kejadian, buku berisi bom itu dikirim dengan dilengkapi surat permohonan atas nama Drs Sulaeman Azhar, profesi penulis, dan beralamat di Jalan Bahagia, Gg Panser No 29, Ciomas, Bogor. Nomor telepon selular si pengirim, 0813-32220579.

Isi paket itu berupa permohonan memberikan kata pengantar buku dan interview kepada Ulil Abshar Abdalla.  Adapun Judul buku: Mereka harus dibunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Dan tema buku: Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas dibunuh. Jumlah halaman ada 412 halaman.

Ansyaad juga menjelaskan bahwa perlu juga dipastikan terlebih dahulu  jenis bom, rangkaian dan teknik pembuatannya. Dari situ akan dapat menjadi petunjuk  kebiasaan kelompok mana yang melakukan.

Lebih lanjut dia tidak ingin terlampau cepat mengatakan kejadian ini sebagai pengalihan isu. "Setiap ada kejadian selalu ada opini seperti itu. Kalau kita sudah menganalisis seperti itu kesimpulan nanti kabur," jelasnya.

Dia menyerahkan semua proses ini kepada otoritas kepolisian dalam menyelidiki dan menyidiki perkara tersebut. "Kita membutuhkan fakta objektif. Kalau sudah seperti itu polisi bekerjanya jadi gampang," ucapnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: inject by pe77ow
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved