Bom Meledak di Utan Kayu

Menkopolhukam Tak Mau Intelijen Dibilang Kecolongan

Menko Polhukam Djoko Suyanto membantah intelijen kecolongan.

Menkopolhukam Tak Mau Intelijen Dibilang Kecolongan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Menkopolhukam Djoko Suyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atas kejadian ledakan paket bom di Utan Kayu, Jakarta, Selasa (15/3/2011), Menko Polhukam Djoko Suyanto membantah intelijen kecolongan.

Djoko menjelaskan bahwa anggota intelijen selama ini bergerak melakukan pencegahan kejadian atas semua tindakan kejahatan maupun teror.

"Selama ini intelijen bergerak, melakukan pencegahan, deradikalisasi bergerak terus, anak buahnya BIN bergerak terus," jelasnya,usai rapat mendadak bersama Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Arsyad Mbai, di kantornya.

Tapi, menurutnya, inisiatif seperti yang terjadi di Utan Kayu hari ini, datangnya dari pelaku. Dia juga menjelaskan bahwa aksi teror seperti ini sungguh tak bisa diprediksi kapan dilakukan.

"Kami bisa melacak melalui segala macam teknologi, cara yang dimiliki satuan antiteror, tapi tetap inisiatif berada pada mereka. Oleh karena itu, saya tak ingin disebut kecolongan,  Kecuali ada komunikasi-komunikasi awal pembicaraan-pembicaraan," tegasnya.

Djoko juga mengungkapkan sejauh ini bukti-bukti sedang dikumpulkan. Djoko berharap masyarakat yang memiliki informasi sekecil apapun untuk memberikannya kepada aparat hukum.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: inject by pe77ow
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved